Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

KPK Akan Gembleng Seribu Guru, Surabaya Jadi Pilot Project

06 Desember 2019, 18: 33: 34 WIB | editor : Wijayanto

SEMANGAT: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (dua dari kanan) dan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (tiga dari kanan) bersama hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya saat launching program Guru Pembangun Peradaban.

SEMANGAT: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (dua dari kanan) dan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (tiga dari kanan) bersama hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya saat launching program Guru Pembangun Peradaban. (ISTIMEWA/HUMAS PEMKOT)

Share this      

SURABAYA - Untuk mewujudkan generasi antikorupsi sejak dini, Pemkot Surabaya bersinergi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meluncurkan program Guru Pembangun Peradaban di Graha Sawunggaling Surabaya.

Kegiatan itu dihadiri Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, dan Direktur Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) Indonesia Maria Kresentia. Wali Kota Risma mengatakan, program antikorupsi tersebut akan diterapkan di semua sekolah SD dan SMP baik swasta maupun negeri se-Kota Surabaya.

 Nantinya dikemas dalam bentuk semenarik mungkin agar para siswa dapat menerima pesan dengan baik. "Nantinya anak-anak diajarkan tidak boleh nyontek dan harus disiplin. Membangun karakter yang baik untuk anak dalam bentuk permainan," katanya.

Risma menegaskan, membangun karakter bangsa harus mulai menerapkannya sejak dini. Karena itu, Risma meminta Dinas Pendidikan (Dispendik) untuk menerapkan gerakan Cinta Indonesia dan Cinta Tanah Air kepada para pelajar. "Itu karena kita semua beragam," tandasnya.

Di hadapan para kepala sekolah SD dan SMP, serta ratusan guru agama dan pendidikan kewarganegaraan (PKN), Risma berpesan untuk mengajarkan kepada anak didiknya sikap jujur dan disiplin. Anak-anak yang ingin mendapat nilai bagus harus belajar. Bukan malah menyontek. "Anak diajarkan dan dibiasakan untuk belajar dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan nilai bagus," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyampaikan, Surabaya merupakan kota pertama pelaksana program Guru Pembangun Peradaban. Untuk mendukung program itu, pihaknya akan memberikan pelatihan kepada seribu guru di Kota Surabaya.

 “Seribu guru itu akan mengajarkan kepada para guru yang belum mendapatkan pelatihan agar lebih efektif,” katanya.

Basaria menjelaskan, pelatihan itu terbagi menjadi beberapa gelombang dalam setahun. Sedangkan per sesinya akan diisi 50 guru. Artinya, dalam satu tahun pelatihan ini berlangsung sebanyak 20 gelombang. “Pelatihan seribu guru nanti dalam waktu satu tahun dibagi 20 batch (gelombang), berarti 50 guru per kloter,” terangnya.

Para siswa akan diajarkan apa saja hal-hal yang termasuk dalam kategori korupsi. Misalnya, mengambil sesuatu yang bukan milik pribadi, menyontek, dan hal mendasar lainnya. “Semua itu kami kenalkan dan ajarkan sedini mungkin. Meskipun terlihat sederhana, tapi pada saat besar karakter ini akan melekat pada diri mereka,” paparnya.

Basaria menambahkan, baik buruknya anak tergantung pendidikan sejak kecil. Karena itu, pendidikan yang paling utama adalah bagaimana mengubah karakter seorang anak. Karenanya itu, modal dasar bagi anak untuk bersikap disiplin dan jujur. “Pendidikan karakter itu harus diterapkan sedini mungkin. Sebab, menghilangkan niat jahat itu tidak bisa dilakukan satu atau dua tahun, melainkan secara kontinu,” pungkasnya. (rmt/rek)

 

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia