Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Kawanan Begal Motor Ditindak Tegas: Satu Tembak Mati, Satu Tembak Kaki

06 Desember 2019, 17: 03: 31 WIB | editor : Wijayanto

EFEK JERA: Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho didampingi Kasatreskrim AKBP Sudamiran menunjukkan tersangka Noval dan pisau penghabisan yang dipakai membegal korban di kamar mayat RSUD Dr Soetomo, Surabaya, Jumat (6/12).

EFEK JERA: Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho didampingi Kasatreskrim AKBP Sudamiran menunjukkan tersangka Noval dan pisau penghabisan yang dipakai membegal korban di kamar mayat RSUD Dr Soetomo, Surabaya, Jumat (6/12). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Polisi menindak tegas kawanan begal sepeda motor sadis yang kerap melukai korbannya. Satu tersangka Moch Hartono, 33, warga Jalan Balongsari Madya I-7A, Tandes, Surabaya, tewas usai ditembus timah panas anggota Satreskrim Polrestabes Surabaya di tubuhnya. Sedangkan satu tersangka lagi yang berperan sebagai joki yakni Noval Rinaldy, 22, warga Jalan Balongsari Madya 7A, Tandes, ditembak kaki kirinya.

MATI: Tersangka Moch Hartono yang tewas ditembak mati.

MATI: Tersangka Moch Hartono yang tewas ditembak mati. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho mengatakan, kedua tersangka ditangkap pada Jumat (6/12) dinihari. Dalam penangkapan tersebut, tersangka Noval yang diamankan lebih dulu. Namun, ia coba melarikan diri sehingga terpaksa dilumpuhkan oleh polisi.

Sedangkan rekannya, Hartono, yang biasa bertugas sebagai eksekutor saat kejadian pembegalan terpaksa ditembak mati karena melawan saat hendak ditangkap. "Kami terpaksa melakukan tindakan tegas terhadap tersangka (Hartono). Ia meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit," jelas Kapolrestabes yang menggelar jumpa pers di kamar mayat RSUD dr Soetomo, Jumat (6/12).

Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan satu pisau penghabisan yang digunakan pelaku untuk membacok korban, satu sepeda motor sebagai sarana kejahatan, jaket, dan beberapa barang bukti lain.

Sedangkan sepeda motor korban sudah dijual oleh tersangka Hartono di Madura dengan harga murah. "Uangnya sudah dibagi berdua. Katanya habis untuk makan," kata Kapolrestabes Kombes Pol Sandi Nugroho.

Salah satu korban kedua pelaku adalah pasangan kekasih Slamet Efendi, 21, warga Dusun Sukosari, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, dan Wiwin Widiyati, 20, warga Dusun Ngelo, Kelurahan Punggul Rejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban.

Keduanya saat itu sedang berboncengan usai menaruh surat lamaran kerja di sebuah restauran di kawasan Citraland. Korban bertemu dengan kedua pelaku yang pura-pura menanyakan alamat.

Sesampainya di Jalan Darmo Satelit, pelaku Hartono merebut kunci motor korban. Namun, mendapat perlawanan dari korban Slamet. Hartono pun mengeluarkan pisau penghabisan dan menyabetkannya beberapa kali ke korban. Akibatnya, korban dan kekasihnya mengalami luka parah di kaki dan tangannya. Kemudian pelaku membawa kabur motor korban. (gun/jay)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia