Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Gulung Sindikat Upal Jember, Polda Jatim Sita Upal Ratusan Juta

06 Desember 2019, 13: 33: 05 WIB | editor : Wijayanto

Petugas menunjukkan upal pecahan 100 ribu dan 50 ribu.

Petugas menunjukkan upal pecahan 100 ribu dan 50 ribu. (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Polda Jawa Timur berhasil mengungkap dan menangkap dua pelaku pembuat dan pengedar uang palsu (upal) di wilayah Jember. Mereka ialah Uud Zainuddin, 44, warga Jalan Babadan II No. 28 E, Kecamatan Wiyung, Surabaya dan Sukriyanto, 53, warga Dusun Krajan, Desa Tutul, Kabupaten Jember. 

Keduanya memiliki peranan yang berbeda-beda. Zainuddin yang berperan mencetak dan membuat uang palsu dan menawarkan kepada Sukriyanto.

Sedangkan Sukriyanto yang menawarkan uang palsu tersebut ke seseorang bernama Sutan yang berdomisili di Sumatera Utara. 

Petugas menunjukkan tersangka Zainudin (kanan) dan Sukriyanto (kiri) yang berkomplot membuat upal.

Petugas menunjukkan tersangka Zainudin (kanan) dan Sukriyanto (kiri) yang berkomplot membuat upal. (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

Kejadian ini  berawal saat tersangka Zainuddin menawarkan kepada Sukriyanto kalau dirinya mampu membuat atau mencetak uang palsu. Sukriyanto pun tertarik dengan tawaran Zainuddin dan berminat untuk memesan uang palsu tersebut. 

Namun, Sukriyanto bingung belum memiliki modal untuk membuat uang palsu. Kemudian ia mencari sponsor agar rencananya itu menjadi kenyataan.

Akhirnya tersangka Sukriyanto menawarkan pembuatan uang palsu itu kepada Sutan, warga Sumatera Utara. Penawaran itu akhirnya disetujui oleh Sutan dan memberi modal awal ke Sukriyanto untuk mencetak uang palsu sebesar Rp 19 juta.

“Kan ada orang pesan uang, ya ini saya pesankan ke Zainuddin. Katanya mau ditukar sama orang Malaysia, waktu itu modalnya dari September sampai dua minggu kemarin Rp 19 juta,” kata Sukriyanto.

Akhirnya, tersangka Zainuddin pun mau membuatkan uang palsu kepada Sukriyanto untuk diserahkan ke Sutan. Uang palsu itu rencana akan ditukarkan kepada orang Malaysia dan dibuat untuk praktik perdukunan. 

Zainuddin mengaku melakukan aksi nekatnya itu lantaran terhimpit ekonomi. Ia pun membuat upal dengan bermodalkan komputer, mesin printer, dan kertas HVS polos 80 gram dan berbagai cat semprot untuk meyakinkan penampilan uang tersebut agar tampak seperti aslinya. 

Dalam kasus ini, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa uang palsu pecahan Rp 100 ribu sejumlah Rp 633 juta dan uang palsu pecahan Rp 50 ribu sejumlah Rp 28 juta. 

Dengan adanya kasus tersebut, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengimbau masyarakat agar waspada saat menerima sejumlah uang. Karena terungkapnya kasus tersebut berawal dari adanya informasi dari masyarakat yang melaporkan adanya orang yang menjual uang dengan harga Rp 1 juta mendapat uang pengganti Rp 3 juta yang ternyata upal.

“Dari situ tim kami melakukan penyelidikan dan penyamaran. Ternyata benar, ada praktik (pembuatan upal) tersebut. Kemudian kami melakukan penangkapan,” terang Irjen Pol Luki Hermawan.

Pihaknya mengatakan, korban dari peredaran uang palsu ini rata-rata terjadi pada warga menengah ke bawah. “Umumnya warga menengah ke bawah, jadi harap hati-hati,” ujarnya. (gin/jay)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia