Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Viral Bapak Ajak Anak Mencuri, Tertangkap karena Rekaman CCTV

06 Desember 2019, 08: 29: 34 WIB | editor : Wijayanto

RILIS: Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho dengan didampingi Kapolsek Wonocolo, Kompol Masdawati Saragih saat merilis tersangka dan barang bukti kasus pencurian yang dilakukan bapak dan anak kandung.

RILIS: Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho dengan didampingi Kapolsek Wonocolo, Kompol Masdawati Saragih saat merilis tersangka dan barang bukti kasus pencurian yang dilakukan bapak dan anak kandung. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Sempat viral di sosial media, pelaku pencurian yang melibatkan anak di bawah umur akhirnya terungkap. Dia adalah Moch Nasir bin H. Mochtar, 43, warga Jalan Jagir Wonokromo 110-A, RT14/RW03, Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho dengan didampingi Kapolsek Wonocolo, Kompol Masdawati Saragih menjelaskan, kasus ini sempat viral di Youtube bahwa ada rekaman dari kamera CCTV telah terjadi pencurian yang melibatkan anaknya. 

Dalam melakukan aksinya, pelaku menyuruh anak perempuannya berinisial N, 7, menyelinap masuk ke dalam kasir untuk mengambil handphone (hp). Setelah hp berhasil di ambil, kemudian anak tersebut memasukan hp hasil curiannya itu ke dalam celana. 

TERSANGKA: Moch Nasir (tengah) saat dirilis oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho dengan didampingi Kapolsek Wonocolo, Kompol Masdawati Saragih.

TERSANGKA: Moch Nasir (tengah) saat dirilis oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho dengan didampingi Kapolsek Wonocolo, Kompol Masdawati Saragih. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

“Jadi pelaku sengaja pura-pura beli di toko pakaian, warung, atau rumah makan. Seolah-olah membeli dan mengalihkan perhatian, setelah pemilik kios lengah baru anaknya disuruh mengambil hp,” kata Kombes Pol Sandi, Kamis (5/12).

Saat diintrogasi oleh Sandi, Nasir mengatakan kalau dirinya telah melakukan aksi pencuriannya itu sebanyak tujuh kali di lokasi berbeda. Diantaranya di Rumah Masakan Padan Jalan Siwalankerto pada (22/8), Kios Jasa Pengiriman Ninja Ekspress di Jalan Medokan Semampir (23/10), Toko Pakaian di Jalan Kutisari (22/8), dan masih ada lokasi lainnya.

“Ini masoh kami kembangkan kembali, siapa tahu masih ada lokasi lainnya,” ujar Sandi. 

Sementara itu anak dari tersangka yang terlibat dalam aksi tersebut statusnya diperiksa sebagai saksi dan didampingi oleh Balai Pemasyarakatan Anak (Bapas). Sandi juga masih belum bisa memastikan, apakah ayah dari N ini memaksa, mengancam, atau memberi iming-iming agar mau melakukan tindakan tercela itu. 

“Kelanjutannya nanti bakal kami serahkan kepada orang tuanya. Ini masih kita dalami, karena baru saja terungkap. Untuk pasal-pasal yang diterapkan bukan hanya saja pasal kasus pencurian, pastinya ada pasal-pasal lain yang memberatkan. Karena menyuruh anak dibawah umur melakukan tindakan tersebut,” paparnya. 

Disamping itu pelaku mengaku saat melancarkan aksinya ia mengalihkan perhatian dengan cara mengobrol dengan pemilik toko. Kemudian ia menyuruh N untuk mengambil hp yang empunya toko. “Setelah ngambil saya jual ke teman. Laku Rp 200 sampai Rp 500 ribu pak, uangnya untuk makan,” ucapnya. 

Sebagai barang buktinya, polisi berhasil mengamankan satu unit sepeda motor merek Yamaha Jupiter MX bernopol B 6712 UPW yang digunakan beraksi, dus book hp merk Oppo dan Advan milik korban, satu buah topi milik tersangka untuk menyamarkan mukanya ketika beraksi dan beberapa jimat yang diduga untuk meningkatkan rasa percaya diri.

Tersangka dikenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pidana penjara paling lama lima tahun. (gin)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia