Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Disnaker Kota Surabaya Belum Terima Laporan Penangguhan UMK

06 Desember 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

ilustrasi

ilustrasi (net)

Share this      

SURABAYA-Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Surabaya mengaku belum menerima perusahaan yang akan melakukan penangguhan upah minimum kabupaten (UMK) yang akan berlaku pada 2020. Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya Dwi Purnomo, bahwa hingga kini pihaknya masih belum menerima laporan penangguhan UMK dari perusahaan. “Mungkin ada tapi kami belum mendengar adanya penangguhan untuk Surabaya, karena untuk urusan penangguhan itu ke Disnaker provinsi,” katanya saat dihubungi Radar Surabaya pada Kamis (5/12).

Dwi menjelaskan, batas penangguhan bagi perusahaan hingga akhir Desember 2019. Hingga saat ini pihaknya sedang gencar melakukan sosialiasi kepada perusahaan yang ada di Surabaya. “Dalam sosialisasi tersebut kami jelaskan adanya kenaikan kepada perusahaan atas UMK yang telah ditetapkan mulai berlaku pada 1 Januari mendatang, dan kami juga memantau selama kenaikan tersebut,” terangnya. 

Selain itu, dalam upaya penangguhan menurutnya perusahaan harus negoisasi dulu, sosialisasikan ke pekerja. “Kita wanti-wanti kalau buruhnya tidak setuju percuma mengajukan juga,” imbuhnya. 

Meski begitu, penangguhan tersebut merupakan hak bagi perusahaan sebelum dilakukannya penetapan. Besaran nilai UMK untuk Surabaya menjadi nilai UMK tertinggi yakni Rp 4.200.479. Jumlah tersebut lebih besar Rp 329.427 dibandingkan UMK tahun lalu sebesar Rp 3.871.052. (rmt/nur)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia