Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Jarang Dilirik, Siapa Sangka Pendapatan dari Pasar Loak Sebesar Ini

05 Desember 2019, 17: 32: 01 WIB | editor : Wijayanto

MENINGKAT: Aktivitas jual beli di Pasar Loak, Jalan Demak, Surabaya.

MENINGKAT: Aktivitas jual beli di Pasar Loak, Jalan Demak, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Selama ini Pasar Loak di Jalan Dupak, Surabaya, jarang dilirik. Pamornya kalah jauh dengan pasar modern atau pasar tradisional. Padahal, pasar barang-barang bekas itu punya kontribusi signifikan untuk kas daerah.

Kepala Pasar Loak Dupak Sukarman menyebut, pendapatan retribusi stan yang diperoleh di Pasar Loak selalu meningkat. Ini berkat sosialisasi yang masif dan kerja keras tim penagihan.

"Kalau beberapa bulan lalu hanya dapat retribusi stan sebesar Rp 18 juta per bulan. Saat ini sudah sekitar Rp 32 juta atau naik 50 persen," ujar Sukarman.

Menurut dia, kenaikan itu diimbangi dengan hasil kerja keras tim penagihan. Selain itu, pihaknya mengirim surat teguran kepada para penyewa stan pasar loak yang menunggak. "Surat teguran itu sangat efektif. Kami mampu melakukan tagihan retribusi mencapai 50 persen dari jumlah stan yang ada di Pasar Loak," ungkapnya.

Sukarman sudah empat tahun menjadi kepala Pasar Loak. Sebelumnya petugas penagihan lima orang. Saat ini hanya tiga orang saja. Meski demikian, Sukarman menyebut petugas tiga juru tagih itu lebih efektif dan efisien. "Input yang diperoleh dari retribusi jauh lebih besar dari sebelumnya," ujarnya.

Saat ini jumlah stan yang ada di Pasar Loak mencapai 1.502 unit dengan nominal Rp 64,24 juta. Sedangkan yang sudah tertagih 752 stan dengan nominal Rp 32,55 juta. "Kami optimis awal tahun depan meningkat lagi," katanya.

Sukarman juga meminta bantuan pusat untuk pengadaan penlantang suara (loud speaker). Namun, permintaan tersebut belum terealisasi. "Speaker itu untuk memanggil para pengutang untuk datang ke kantor guna menyelesaikan tunggakannya," pungkasnya. (mus/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia