Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Mobil Kades Sidojangkung Dirampas Debt Collector Pelaku Dikeroyok Masa

05 Desember 2019, 09: 22: 07 WIB | editor : Wijayanto

SASARAN: Mobil Suzuki Ertiga milik Kades Sidojangkung Sugiyanto yang sempat dibawa kabur pelaku.

SASARAN: Mobil Suzuki Ertiga milik Kades Sidojangkung Sugiyanto yang sempat dibawa kabur pelaku. (ISTIMEWA)

Share this      

GRESIK - Kasus perampasan kendaraan di jalan raya oleh debt collector masih saja terjadi. Kali ini korbannya adalah Kepala Desa (Kades) Sidojangkung, Sugiyanto.

Mobil Suzuki Ertiga miliknya yang sedang dikendarai oleh dua anaknya yakni Galang Bagus Sugiyanto, 21 dan TBS, 11, hampir saja dirampas debt collector di Jalan Raya Domas, kemarin.

Untungnya, para pelaku yang telah membawa mobil tersebut berhasil dihentikan warga saat berada di pertigaan Boboh, Menganti. 

DIAMANKAN: Salah satu debt collector yang diamankan polisi dari amuk masa memakai baju putih bercelana jeans.

DIAMANKAN: Salah satu debt collector yang diamankan polisi dari amuk masa memakai baju putih bercelana jeans. (ISTIMEWA)

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.00 tersebut bermula saat kedua anak Kades Sidojangkung ini melintas di Jalan Raya Domas Menganti.

Tiba-tiba mereka dihentikan oleh enam orang yang tidak dikenal. Mereka langsung menggedor kaca mobil korban. Karena panik, korban kemudian membuka kaca mobil.

"Salah seorang pelaku berteriak serahkan mobil ini, kalau tidak, kamu saya bunuh," kata kapolsek Menganti, AKP Tatak Sutrisno, menirukan kata-kata para pelaku.

Kedua korban kemudian turun dari mobilnya. Keenam pelaku langsung membawa kabur mobil tersebut. "Korban kemudian menghubungi ayahnya, Sugiyanto yang merupakan Kades Sidojangkung," ungkap kapolsek.

Mendapat laporan dari anaknya, Kades Sugiyanto kemudian melakukan pengejaran bersama sejumlah warga. Sesampai di pertigaan Boboh, para pelaku berhasil dihentikan.

Salah satu pelaku yakni M. Hudri, 38, asal Betengan, Rabasan, Kedungsung, Sampang, Madura, nyaris dihajar massa. Sedangkan lima orang pelaku lainnya berhasil kabur.

Pelaku yang tertangkap kemudian diserahkan ke petugas dari Polsek Menganti. Saat ini pelaku masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

"Pelaku masih diamankan di polsek, masih diperiksa oleh penyidik untuk dimintai keterangan," kata Kapolsek Menganti AKP Tatak.

Sedangkan rekan-rekan pelaku yang kabur masih dilakukan pengejaran. Pelaku diperkirakan enam orang. Akibat perbuatannya, para pelaku akan dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. (yud/jay)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia