Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Lukisan Realis Ekspresionisme, Representasikan Ekspresi Pelukis

05 Desember 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

PUNYA CIRI KHAS: Pelukis Surabaya Muit Arsa saat merampungkan lukisannya yang beraliran Realis Ekspresionisme di galerinya di kawasan Rungkut, Rabu (4

PUNYA CIRI KHAS: Pelukis Surabaya Muit Arsa saat merampungkan lukisannya yang beraliran Realis Ekspresionisme di galerinya di kawasan Rungkut, Rabu (4/12). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Dalam seni rupa terdapat beraneka macam cabang di dalamnya, antara lain adalah cabang ekspresionisme. Aliran ini menganggap bahwa seni merupakan sesuatu yang keluar dari diri seniman, bukan dari peniruan alam dunia.

Menurut Pelukis Muit Arsa, setiap seniman memiliki ingatan dan cara pandang tersendiri dari apa yang pernah dilihatnya di alam yang kemudian diekspresikan pada karyanya.

Selain itu, seniman ekspresionis biasanya menghiraukan berbagai teknik penciptaan formal untuk mendapatkan ekspresi yang lebih murni dan tanpa tekanan dari kepentingan ekstrinsik seni.

"Singkatnya, ekspresionisme adalah aliran seni rupa yang menonjolkan ungkapan dari dalam jiwa," terangnya.

Pelukis kelahiran Sidoarjo ini juga mengungkapkan, bahwa aliran ini merupakan aliran yang menantang arus. Aliran ini menentang teknik-teknik yang telah mapan sebelumnya dan memilih untuk menggunakan formulanya sendiri.

Hal ini merupakan gejala yang biasa terjadi dalam proses perkembangan seni. "Karena jika dikembalikan lagi ke seni, maka bentuknya pun ekspresi pelukis dan ekspresi pelukis itu macam-macam," ujarnya. 

Laki-laki yang telah menekuni seni lukis sejak tahun 1990-an ini pun mengaku telah terbiasa dengan aliran ini. Biasanya ia memberi cipratan-cipratan cat dengan warna yang acak-acakan. Ini pun menjadi ciri dari lukisan-lukisan karya Muit.

"Lebih pada kepuasan sih, kalau tidak digitukan tidak lega. Artinya kurang, tapi kalau sudah rada berantakan sudah lega," jelasnya. 

Lukisan karya Muit memang didominasi dengan lukisan yang mengeksplor wajah seseorang dengan pilihan warna-warna yang mencolok. Biasanya Muit melukis dengan dasar abstrak yang kemudian diisi dengan sketsa agar bisa dinikmati orang awan. Objeknya pun biasanya lebih mengarah pada eksotis art.

"Biasanya memang abstrak dulu baru ditimpa sketsa baru kemudian diisi pewarnaan," ujarnya. (cin/nur)

(sb/cin/jek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia