Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya
Pengurusan Sertifikat Tanah

Permudah Pengurusan, Kenalkan Layanan SKPT dan ZNT

05 Desember 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

SERBA DIGITAL: Kepala Kantor Pertanahan Surabaya II Lampri (kiri) bersama Kakanwil BPN Jatim Heri Santoso (kanan) melihat proses layanan elektronik SK

SERBA DIGITAL: Kepala Kantor Pertanahan Surabaya II Lampri (kiri) bersama Kakanwil BPN Jatim Heri Santoso (kanan) melihat proses layanan elektronik SKPT dan ZNT. (MUS PURMADANI/RADAR SURABAYA.)

Share this      

SURABAYA - Kantor Pertanahan Kota Surabaya II mengenalkan layanan elektronik Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) dan Zona Nilai Tanah (ZNT). Program ini untuk memudahkan pelayanan dan percepatan pengurusan sertifikat.

"Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk memudahkan pemohon sertifikat dengan menggunakan sistem elektronik yang bisa diakses langsung perkembangannya melalui gadget," ujar Kepala Kantor Pertanahan Surabaya II Lampri.

Lampri menambahkan, dengan program ini ia berharap ingin memudahkan pelayanan, akses gampang, murah dengan tidak memakan banyak biaya. Selain itu juga memberi kemudahan investor untuk berinvestasi di Surabaya. Dengan layanan elektronik ini akan memangkas birokrasi waktu jika masyarakat ingin mengetahui sejauh mana perkembangan proses pengurusan sertifikat tanpa harus mendatangi kantor BPN. 

“Kalau sebelumnya harus lima hari dan datang ke kantor. Dengan layanan elektronik ini cukup dari rumah, dari kantor masing-masing bisa kita layani. Karena layanan ini berbasis web. Hitungannya menit, bahkan detik sudah bisa diketahui perkembangannya," paparnya.

Lebih lanjut Lampri berharap tiga pilar meliputi BPN, Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dan pihak perbankan sama-sama bersinergi untuk mendukung layanan elektronik ini. Pasalnya untuk saat ini hanya PPAT dan perbankan yang memiliki akun dan terkoneksi dengan ATR/BPN untuk pelayanan elektronik.

"Tetapi kita tetap akan melayani pelayanan secara manual dengan datang ke kantor. Memang tidak frontal untuk layanan elektronik, bertahap. Karena lambat laun, semuanya akan berbasis digital. Dan ini baru pertama kali di Indonesia," ujar mantan kepala BPN Bojonegoro ini.

Pria yang pernah menjabat Kasi H2P Kantah BPN Surabaya II ini mengatakan, Surabaya merupakan kota besar dan sudah seharusnya semuanya akan berbasis teknologi. Dimana, seluruh bidang tanah sudah terpetakan. "Sehingga masyarakat bisa mengakses langsung informasi tentang BPN beserta program-programnya," pungkasnya. (mus/nur)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia