Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Risma Berikan Tali Asih, Dian Oktavia Tempati Rusunawa Gunungsari

04 Desember 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

PEDULI: Kepala DP5A Surabaya Chandra Oratmangon (depan kanan) menyerahkan tali asih kepada keluarga Dian Oktavia.

PEDULI: Kepala DP5A Surabaya Chandra Oratmangon (depan kanan) menyerahkan tali asih kepada keluarga Dian Oktavia. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA–Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyerahkan tali asih kepada keluarga Dian Oktavia, 21, bersama bayinya yang menderita sakit hidrosefalus. Bantuan itu diserahkan melalui Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Surabaya Chandra Oratmangon yang didampingi Camat Gubeng beserta pihak Kelurahan Airlangga.

Kepala DP5A Surabaya Chandra Oratmangon mengatakan, selain mendapat intervensi dari Pemkot Surabaya, Wali Kota Risma juga memberikan bantuan berupa tali asih secara pribadi kepada pihak keluarga. Namun, sejak bayi itu mulai lahir, sebetulnya pihak Puskesmas Mojo juga terus memberikan pendampingan kepada klien dan bayinya. 

Bahkan, klien sebelumnya juga mendapat bantuan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan Program Keluarga Harapan (PKH). “Sekarang kami dari DP5A juga melakukan intervensi bantuan berupa pemberdayaan ekonomi kepada ananda Dian agar ke depannya bisa mandiri secara ekonomi,” kata Chandra di sela penyerahan tali asih di Jalan Jojoran, Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng, Selasa (3/12/2019).

Dian sendiri mengaku ke depan ingin bisa berwirausaha sembari menjaga sang buah hati. Karena itu, pemkot menyiapkan intervensi berupa pemberdayaan ekonomi kepada klien itu. “Adik Dian ini kan ke depan juga harus mandiri dan kuat secara ekonomi, dia inginnya bisa jualan online, makanya kita siapkan untuk itu,” ujarnya.

Selain pendampingan berupa pemberdayaan ekonomi, pihaknya memastikan juga terus melakukan monitoring kondisi psikologi klien. Tim Psikolog dari Pusat Pembelajaran Keluarga Surabaya beserta pihak Puskemas juga terus melakukan pendampingan, pengawalan, dan pemantauan psikologi klien beserta kesehatan sang buah hati.

Saat ini Dian sudah mulai pindah tempat tinggal di Rusunawa Gunungsari. Karena itu, Puskesmas Mojo menyerahkan tugas pendampingan itu kepada jajaran Puskesmas Gunungsari. Tujuannya, agar pendampingan yang dilakukan pihak puskesmas terus nyambung.

“Saat ini kondisi psikologi dari ananda sendiri sudah mulai bangkit karena banyak bantuan dari berbagai pihak. Ini modal yang bagus karena ketika dia sakit ini akan nyambung ke bayi,” ungkapnya. (rmt/ism/rek)

(sb/is/jek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia