Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Sudah Praktik 3 tahun, Omzet Sebulan USD 40 Ribu

Diduga Lakukan Praktik Spamming Kartu Kredit, 18 Pelaku Diamankan

03 Desember 2019, 18: 11: 58 WIB | editor : Wijayanto

BARANG BUKTI: Direktur Reskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arif Setyawan menunjukkan barang bukti praktik spamming yang diamankan.

BARANG BUKTI: Direktur Reskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arif Setyawan menunjukkan barang bukti praktik spamming yang diamankan. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Sebuah rumah toko (ruko) yang dijadikan markas spamming di Jalan Balongsari Tama Blok C, Tandes, Surabaya, digerebek polisi, Selasa (3/12). Pemilik rumah, HDR, dan 17 karyawannya dibawa ke Mapolda Jatim untuk menjalani proses hukum.

"Ada 18 orang yang kami amankan. Terkait tindak pidana ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) yang disebut spamming atau menggunakan kartu kredit untuk melakukan penipuan kartu kredit orang lain," ujar Direktur Reskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arif Setyawan didampingi Kasubdit V Siber AKBP Cecep Susatya, Selasa (3/12).

Selain mengamankan 18 orang, polisi juga menyita berbagai barang bukti. Di antaranya, 23 unit personal computer (PC), 29 monitor, 20 ponsel, 33 buku rekening, 8 key ATM, dan 14 ATM. "Karena belum 1 x 24 jam, kami masih melakukan pendalaman," sebutnya.

Menurut Cecep, kejahatan yang dilakukan pelaku sangat terorganisasi dan sudah berjalan sekitar tiga tahun. "Basisnya IT, ada fraud hacker dan sebagainya. Besok (hari ini, Red) kami sampaikan. Omzetnya satu bulan USD 40 ribu (sekitar Rp 564 juta)," paparnya.

Sumber kepolisian menyembutkan, aktivitas spamming itu dilakukan di rumah lantai tiga HDR. Sementara lantai satu digunakan untuk toko, sedangkan lantai dua digunakan tempat tinggal.

Terduga pelaku melancarkan aksinya dengan membuat akun android atau akun game tanpa modal. Selanjutnya, mereka melakukan spamming dan membobol data pribadi orang lain dan kartu kredit.

Menariknya, terduga pelaku juga merekrut karyawan melalui media sosial (medsos). "Merekrut (karyawan) lewat Facebook," imbuh Cecep.

Para karyawan yang turut diamankan difasilitasi mes di lokasi. Mereka tidur seperti ikan pindang berjejer. Informasinya, para karyawan mendapatkan bayaran Rp 1 juta. (rus/rek)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia