Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Jadi Objek Wisata Kelas Dunia, Penataan Pelabuhan Benoa Dimantapkan

03 Desember 2019, 16: 00: 06 WIB | editor : Wijayanto

BENOA SIAP MENDUNIA:  Gubernur Bali I Wayan Koster (kiri), Direktur Utama Pelindo III Doso Agung (kanan), dan Menteri BUMN Erick Thohir mendatangi kawasan pengembangan Pelabuhan Benoa.

BENOA SIAP MENDUNIA: Gubernur Bali I Wayan Koster (kiri), Direktur Utama Pelindo III Doso Agung (kanan), dan Menteri BUMN Erick Thohir mendatangi kawasan pengembangan Pelabuhan Benoa. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA – Perseroan Terbatas (PT ) Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III akan mematangkan rencana penataan kembali Pelabuhan Benoa, agar bisa menjadi kawasan wisata berkelas dunia dan mampu mendatangkan cruise setiap hari. Direktur Utama Pelindo III Doso Agung mengatakan, penataan tersebut dilakukan agar Benoa dapat terintegrasi dengan ekosistem pelabuhan hingga 10 tahun ke depan.

Dalam rencana penataan itu, pihaknya juga telah mendapatkan dukungan dari Gubernur Bali dan Menteri BUMN Erick Thohir. "Semua desain penataan Pelabuhan Benoa sudah disusun bersama Gubernur Bali dan pada akhirnya disepakati desain pelabuhan yang ramah lingkungan," katanya di Surabaya, kemarin.

Doso menjelaskan, dari total 70 hektare wilayah dumping 1 dan dumping 2, sebagian besar atau sekitar 51 persen diperuntukkan sebagai hutan kota. Hutan ini sekaligus menjaga ekosistem Pelabuhan Benoa tetap terjaga, dan nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. "Termasuk turis kapal cruise juga bisa berjalan-jalan atau jogging, dan kegiatan lainnya," katanya.

Sesuai masukan dari Menteri BUMN dan Gubernur Bali, lanjut Doso, perseroan juga akan menata kembali lokasi eksisting Pelabuhan Benoa. Seperti pemindahan area perikanan ke zona perikanan di wilayah dumping 1 yang baru, dan untuk kegiatan curah kering, gas, dan peti kemas juga dijadikan satu di wilayah dumping 2. "Pemindahan ini dimaksudkan supaya tidak mengganggu pemandangan para turis saat turun dari kapal cruise," imbuhnya.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, penataan kawasan tersebut juga diharapkan menjadi turn around port, sehingga penyelesaian pembangunan kawasan pelabuhan perlu dikombinasikan dengan keramahtamahan pengelolaan wisata khas Bali akan meningkatkan kunjungan wisatawan melalui jalur laut.

"Pelabuhan ini bisa menjadi pusat pembangunan ekosistem, bersama-sama harus bisa berpikir untuk mencapai satu tujuan yaitu wisata di Bali menjadi nomor satu dan pelabuhannya juga berstandar dunia, dengan begitu semua pihak akan fokus di satu tujuan," katanya.

Adapun saat ini rerata Benoa mendapatkan kunjungan cruise sekitar 90 unit per-tahun. Dengan penataan itu diharapkan bisa mendatangkan cruise setiap hari. Sebagai gambaran, cruise seperti Carnival Splendor yang datang pada 28 November 2019 ini telah membawa lebih dari 3.000 orang asing. Jumlah tersebut setara dengan 10-15 kali penerbangan yang datang dari luar negeri. (cin/opi)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia