Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Bahan Makanan Alami Inflasi Paling Tinggi di November 2019

03 Desember 2019, 15: 55: 45 WIB | editor : Wijayanto

SILAHKAN DIPILIH: Beras sebagai salah satu kelompok mencatat inflasi paling tinggi di November, yakni 0,79 persen.

SILAHKAN DIPILIH: Beras sebagai salah satu kelompok mencatat inflasi paling tinggi di November, yakni 0,79 persen. (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat, pada November, provinsi paling timur di Pulau Jawa ini mengalami inflasi sebesar 0,23 persen. Berdasarkan pemantauan terhadap perubahan harga selama bulan November di delapan kota, IHK (Indeks Harga Konsumen) Jawa Timur menunjukkan adanya kenaikan harga di sebagian besar komoditas yang dipantau.

Menurut Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jatim Satriyo Wibowo, hal ini mendorong terjadi kenaikan IHK sebesar 0,23 persen yaitu dari 135,61 pada Oktober menjadi 135,93 pada November. "Dari tujuh kelompok pengeluaran, lima kelompok mengalami inflasi," terangnya.

Adapun kelompok yang mengalami inflasi tertinggi adalah kelompok bahan makanan sebesar 0,79 persen. Diikuti kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,30 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,29 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,12 persen, dan pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 0,05.

Satriyo menambahkan, tiga komoditas utama penyumbang inflasi di November berasal dari bawang merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras. Menurutnya, harga bawang merah pada November masih mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya, sehingga tetap menjadi komoditas utama penyumbang inflasi.

Sementara itu harga daging ayam ras dan telur ayam ras turut mengalami kenaikan. Dimana salah satu penyebabnya adalah banyaknya permintaan pada saat menjelang peringatan maulid nabi.

Selain ketiga komoditas utama penyumbang inflasi di atas, komoditas lain yang juga menyumbang terjadinya inflasi di November ialah mujair, jeruk, tomat sayur, kontrak rumah, rokok kretek filter, rokok kretek, dan minyak goreng.

Sementara itu, penghitungan angka inflasi di delapan kota IHK di Jawa Timur selama November, seluruh kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sumenep yaitu mencapai 0,41 persen.

Diikuti Kediri sebesar 0,38 persen, Probolinggo sebesar 0,31 persen, Surabaya dan Jember sebesar 0,28 persen, Banyuwangi sebesar 0,22 persen, Madiun sebesar 0,16 persen, dan Malang sebesar 0,01 persen. (cin/opi)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia