Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Juri Lomba Sekolah Sehat Mulai Lakukan Penilaian

03 Desember 2019, 15: 53: 03 WIB | editor : Wijayanto

JURI:  Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Soepomo (dua dari kanan) bersama tim juri LSS Jatim.

JURI: Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Soepomo (dua dari kanan) bersama tim juri LSS Jatim. (ISTIMEWA/HUMAS)

Share this      

SURABAYA - Tim juri Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Provinsi Jatim melakukan penilaian di Sekretariat Tetap (Sektap) Tim Pembina UKS/M Kota Surabaya di Kantor Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya.

Tim juri berasal dari berbagai instansi di Pemrov Jatim, di antaranya Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jatim, Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, serta bagian Biro Administrasi Kesejahteraan Sosial Pemprov Jatim.

Kedatangan tim juri disambut oleh Kepala Dispendik Kota Surabaya Supomo beserta jajaran dari Dinkes Kota Surabaya, serta ratusan siswa. Ratusan siswa ini terdiri atas Kader Tiwisada atau dokter cilik dari SD Al Irsyad, Kader Siswa Pemantau Jentik (Wamantik) dari SDN Kaliasin I, siswa SDN Tenggilis Mejoyo I, kader pertolongan pertama gawat darurat (PPGD) dari SMPN 5, paduan suara SMPN 6.

Kemudian Kader Kesehatan Remaja dari SMPN 12, polisi kecil dari SMPN 13, anggota paskibraka dari SMPN 19, musik patrol dari SMPN 23, siswa SMPN 39, kader lingkungan dari SMPN 41, dan siswa dari SMPN 48.

Dalam sambutannya, Kepala Dispendik Kota Surabaya Supomo mengucapkan selamat datang kepada tim juri dari provinsi di Kantor Dispendik Surabaya. “Kami ingin mendapat masukan yang luar biasa dan membangun untuk kemajuan bersama,” katanya.

Setelah dari Sektap Tim Pembina UKS/M Kota Surabaya, tim juri melanjutkan penilaian ke TK Al Falah dan SMPN 43 Kota Surabaya. Nantinya, tim juri akan memilih salah satu sekolah untuk maju ke LSS tingkat Provinsi Jatim.

Sementara itu, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya melalui bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) menggelar seleksi Olimpiade Guru Nasional (OGN) jenjang SD dan SMP tahun 2019. Setelah melalui seleksi berbasis komputer (CBT), peserta yang lolos 10 besar menjalani tes performa mulai Senin (2/12) hingga  Selasa (3/12).

Babak 10 besar untuk jenjang SD diikuti oleh guru mata pelajaran (mapel) Matematika dan mapel tematik. Sedangkan untuk jenjang SMP diikuti oleh guru mapel Matematika, IPA, mapel bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan mapel IPS.

Kabid GTK Dispendik Kota Surabaya Mamik Suparmi menjelaskan, dalam seleksi OGN untuk jenjang SD, setiap sekolah mengirimkan satu guru matematika dan satu satu guru tematik. Sedangkan untuk jenjang SMP, masing-masing sekolah mengirim satu guru untuk satu mapel.

“Jadi, untuk jenjang SD, seleksi OGN diikuti oleh 604 guru. Sementara jenjang SMP diikuti sekitar 315 guru. Saat ini sudah memasuki tahapan 10 besar untuk masing-masing mapel,” katanya.

Salah satu tim juri untuk mapel IPA, Imam Sucahyo mengatakan, dalam tes performa untuk mapel IPA-Fisika, peserta diminta menjawab dua soal uraian. Soal pertama berupa kotak teka-teki, soal kedua cartesian diver.

“Kalau cermat dan teliti saat mengerjakan, nilainya bisa 100. Kemudian mempraktikan jawaban soal uraian tadi melalui bahan yang sudah disediakan,” jelasnya. (ism/rak)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia