Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Pungutan di SMPN 1 Bungah, Inspektorat: Apapun Alasannya Tidak Boleh

03 Desember 2019, 15: 28: 53 WIB | editor : Wijayanto

PANGGIL KEPSEK: Inspektirat rencananya akan memanggil kepala sekolah SMPN 1 Bungah untuk memberikan penjelasan terkait adanya pungutan itu.

PANGGIL KEPSEK: Inspektirat rencananya akan memanggil kepala sekolah SMPN 1 Bungah untuk memberikan penjelasan terkait adanya pungutan itu. (DOK/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Adanya pungutan di SMPN 1 Bungah disorot Inspektorat Gresik. Dengan tegas, inspektorat menyebut jika apapun alasannya pungutan di sekolah itu ilegal karena jika ada pungutan harus diketahui dan atas izin Bupati Gresik.

Saat dikonfirmasi, Kepala Inspektorat Kabupaten Gresik Edy Hadisiswoyo mengatakan sudah mendapatkan informasi itu. Meski demikian, pihaknya belum bisa memastikan terkait pungutan di sekolah yang dipimpin Muhammad Tajudin Nur itu. Hanya saja, Edy memastikan jika pungutan itu ilegal. “Apapun alasannya dan berapun jumlahnya tetap tidak boleh,” ungkap Edy.

Dikatakan, meski pungutan itu tak mengikat ataupun sukarela, namun tetap dilarang. Pungutan yang boleh dilakukan itu harus sepengatahuan dan izin dari bupati.  “Kalau sukarela itu kan hanya bahasa-bahasa bibir,” terangnya.

Mengenai ada dugaan pemaksaan untuk membayar iuran, pihaknya mengaku geram. Jika memang itu ada, inspektorat akan menindak tegas siapapun yang bertanggung jawab terkait hal itu.

“Kami akan meminta tim untuk melakukan cek ke sekolah itu. Kalau memang benar ada, kami akan sanksi tegas,” pungkasnya.

Sementara itu, Tajudin tetap membantah terkait adanya pungutan itu. Semua pembayaran itu merupakan sukarela saja. Tak ada paksaan dan ancaman. Dia juga membantah jika siswa yang belum melunasi iuran itu tak bisa ikut ujian semester.  “Tidak benar itu. Buktinya sekarang semua siswa ikut (semester,red),” ungkapnya melalui pesan whatsapp.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sejumlah wali murid kelas VIII SMPN 1 Bungah mengeluhkan banyaknya pungutan yang diberlakukan sekolah. Total ada tujuh item pungutan yang diberlakukan. Pungutan yang pertama ialah, biaya untuk les untuk semua kelas, baik kelas VII,VIII,IX. Nominalnya mencapai Rp 1 juta per tahun.

Sedangkan pelaksaan les tersebut dilakukan usai pulang sekolah setiap Senin hingga Kamis. Lalu, pungutan yang kedua ialah untuk study tour ke bali khusus kelas VIII. Nominal yang harus dibayarkan senilai Rp 1,1 juta.

Selain itu ada pula pungutan sukarela untuk semua kelas. Pungutan ini dibayarkan setiap bulan dengan nominal yang tak ditentukan. Antara Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu. Lalu ada pula tarikan untuk membayar sampul raport dan majalah. Untuk item ini dikhususkan untuk kelas VII. Jumlah kedua item tersebut Rp 50 ribu untuk satu tahun sekali.  (yua/han)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia