Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Dinilai Berlebihan Awasi Proyek, Kades Senang TP4D Dibubarkan

03 Desember 2019, 15: 16: 05 WIB | editor : Wijayanto

TP4D: Bupati sambari menyalami kepala desa usai sosialisasi TP4D, beberapa waktu lalu.

TP4D: Bupati sambari menyalami kepala desa usai sosialisasi TP4D, beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA)

Share this      

GRESIK - Puluhan kepala desa (kades) di Kabupaten Gresik senang mendengar berita dibubarkannya Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D). Mereka mengklaim dengan pembubaran itu bisa lebih leluasa melakukan pembangunan di desanya masing-masing.

Beberapa kepala desa di Kabupaten Gresik menilai banyak tim TP4D yang terlalu berlebihan mengawasi proyek pembangunan desa. “Pengawasan ini terlalu berlebihan, sehingga kami tidak mampu bekerja maksimal,” ungkap salah satu kades yang tidak mau disebutkan namanya.

Padahal pemerintah pusat telah membuat peraturan tentang keterbukaan anggaran, sehingga TP4D tidak perlu lagi diadakan. “Sudah ada masyarakat. Jadi mereka bisa mengawasi penggunaan anggaran secara langsung,” ungkapnya.

Menurutnya, tidak efektifnya TP4D karena selama ini mereka tidak mampu menjangkau keseluruhan wilayah. Di Gresik misalnya, ada 330 desa dan 26 kelurahan.Anggota TP4D tidak melakukan pemantauan secara keseluruhan. Mereka cenderung menunggu laporan dari masyarakat.

Sementara Humas Kejaksaan Negeri Gresik Bayu Probo Sutopo mengatakan, siap melaksanakan peraturan terbaru. "Saat ini masih belum ada surat resmi yang turun. Kalau sudah ada, kami siap mengikuti," ungkapnya. (yud/han)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia