Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Sportainment Gresik

Peganden Putra Bungkam Putra Muda dengan Skor 4-0

03 Desember 2019, 11: 03: 12 WIB | editor : Wijayanto

MENGGIRING BOLA: Pemain Peganden Putra saat bertanding melawan Putra Muda FC.

MENGGIRING BOLA: Pemain Peganden Putra saat bertanding melawan Putra Muda FC. (FAJAR YULI ANTO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Kompetisi Gresik Super League (GSL) berlangsung sengit dari minggu ke minggu. Bukan hanya pemain klub yang kian bersemangat,  para suporter pun turut ikut meramaikan gelaran kompetisi bergengsi antar klub di Kabupaten Gresik ini. 

Operator Director GSL Aritama   mengatakan, meski tidak disupport dana dari pemerintah, antusias klub dan masyarakat untuk menyaksikan kompetisi antar klub di Gresik kian meriah. “Supporter makin banyak. Para pemain pun juga tak pernah ketinggalan tampil kompak, “kata Ari. 

Dikatakan, pertandingan sengit terlihat saat tim Peganden Putra melawan Putra Muda FC , di lapangan Poas Muda Jalan Kyai H. Syafi’I Desa Sukumolyo Kecamatan Mayar, akhir pekan lalu.

Tim Peganden Putra FC berhasil membungkam Putra Muda dengan skor 4-0.  Gol pertama diciptakan M. Tufiq pada menit ke-27, gol kedua oleh Eko di menit ke-44. Kemudian, gol ketiga oleh A. Singgih dan Husnul Ma’Arif berhasil mencetak gol pada menit ke-77. 

Pelatih Peganden Putra Nico Riyan mengatakan, kemenangan itu karena pihaknya mengubah struktur formasi permainan yang biasanya 4-3-3, menjadi 4-4-2. Dengan formasi baru, timnya mengandalkan lini tengah dan sayap dalam mengotak – atik pertahanan lawan.

“Kami mengandalkan lini tengah dan sayap. Terbukti pemain sayap bisa mencetak gol, ujar Nico,” jelasnya.

Dengan kemenangan itu, Nico akan tetap menggunakan sistem formasi 4-4-2. “Dua pemain mengalami sakit di posisi belakang, tapi untung masih ada pemain pengganti.

Kami berharap pertandingan berikutnya bisa menang dan konsisten. Semua pemain bisa bermain dari lini ke lini dan tetap kompak, “ungkapnya.

Pelatih asisten Putra Muda FC Suwandi mengaku, kekalahan itu karena waktu awal pertandingan pertama timnya kekurangan pemain.

“Di menit ke-20 pemain. Keterlambatan itu membuat timnya tidak mampu maksimal hingga babak kedua berakhir,” pungkasnya. (jar/han)

(sb/jar/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia