Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Jenguk Korban Dugaan Penganiayaan Anak, Kapolres Apresiasi Dokter

03 Desember 2019, 08: 45: 49 WIB | editor : Wijayanto

APRESIATIF: Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho saat menjenguk balita JA, 4, yang diduga menjadi korban penganiayaan.

APRESIATIF: Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho saat menjenguk balita JA, 4, yang diduga menjadi korban penganiayaan. (GUNTUR IRIANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Kasus dugaan penganiayaan anak yang dialami JA, 4, warga Jalan Pacar Kembang II, Tambaksari mendapat perhatian Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho. Usai melaksanakan konferensi pers terkait kasus tembak mati kurir sabu di kamar jenazah RS Dr Soetomo, Kapolrestabes menyempatkan diri menjenguk balita malang ini.

Namun saying, saat itu korban sedang tertidur dan istirahat. Meski begitu, perkembangan kesehatan JA sudah mulai membaik dan bisa berinteraksi seperti biasa.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho mengatakan, kondisi JA sudah membaik. Ia berharap kondisi korban semakin membaik dengan begitu bisa secepatnya kembali ke rumah. Ia sempat berbincang dengan ibu korban yang saat itu menemani korban.

Ibu korban mengatakan, awalnya korban mengalami panas tinggi dan tidak turun-turun. Hingga akhirnya mengalami step (kejang) sehingga ia membawanya ke rumah sakit. “Ibunya mengira awalnya hanya sakit panas,” tuturnya.

Ia mengatakan, untuk kasus penganiayaan ini sudah langsung ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Untuk saat ini penyelidikan sudah dilakukan dan enam orang sudah dimintai keterangan terkait kasus tersebut. “Kasusnya masih ditangani dan dalam proses. Untuk perkembangannya silahkan tanya ke satreskrim,” ujarnya.

Lulusan terbaik Akpol angkatan 1995 ini menyampaikan apresiasinya pada dokter yang tanggap setelah melihat kejanggalan pada tubuh korban. seperti diketahui sebelumnya, dugaan penganiayaan terhadap korban JA ini diketahui setelah dokter yang memeriksa menemukan luka lebam di bagian pangkal paha dan juga salah satu bagian tubuh korban.

Hal ini lantas disampaikan ke polisi hingga akhirnya diselidiki. “Ini wujud keguyuban warga Surabaya. Jogo Suroboyo harus dilakukan semua lapisan masyarakat. Jika memang menemukan adanya gangguan kamtibmas laporkan ke kami. Semoga ke depan sinergitas ini semakin baik,” ujarnya. (gun/jay)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia