Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Sportainment Surabaya
Atlet Senam Kediri yang Gagal ke SEA Games

Mengadu ke Gubernur, Khofifah Minta Pelatih Shalfa Minta Maaf

03 Desember 2019, 08: 15: 10 WIB | editor : Wijayanto

DIDAMPINGI GUBERNUR: Shalva Avrila bersama ibunya usai bertemu dengan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (2/12).

DIDAMPINGI GUBERNUR: Shalva Avrila bersama ibunya usai bertemu dengan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (2/12). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur,  Khofifah Indar Parawansa menemui atlet senam artisti Shalfa Avrila Sani yang gagal diberangkatkan ke ajang SEA Games 2019 di Filipina karena dugaan tak lolos tes keperawanan. Pertemuan itu diadakan di Gedung Negara Grahadi, Senin (2/12). 

Gubernur Jawa Timur Khofifah meminta pelatih Shalfa meminta maaf kepada atlet senam asal Kediri itu beserta keluarganya. “Saya minta tolong pelatih kalau betul melakukan itu segeralah minta maaf. Saya tidak ingin ada trauma muncul bagi atlet junior seperti Shalfa ini,” ujar Khofifah.

Mantan Menteri Sosial ini mengatakan kalau dirinya berpesan kepada Shalfa agar menenangkan diri dengan mendekatkan diri pada Tuhan. Menurutnya Shalfa membutuhkan psychosocial theraphy.

“Saya tadi juga menawarkan kepada Shalfa terkait pendidikannya. ternyata Shalfa ingin sekolah di Kediri. Karena kalau di Gresik sepertinya traumanya cukup berat. Saya komunikasi dengan wali kota, Insyaallah ada SMA negeri yang akan jadi tempat di mana Shalfa sekolah. Karena ini SMA koordinasinya di Pemprov. Tapi harus nunggu proses admin juga,” paparnya.

Khofifah juga mengingatkan setiap pelatih untuk menggunakan standar terukur terkait prestasi atlet. Ia tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali. “Dalam proses pembinaan atlet, yang diukur adalah kedisiplinan, pembinaan karakter, tapi bahwa indeks prestasi menjadi indikator yang utama atlet masuk di pusat. Oleh karena itu hal-hal di luar indikator prestasi yang kemudian mempengaruhi bahkan itu dijadikan dasar pertimbangan utama sampai degradasi itu yang tidak dibenarkan,” jelasnya.

Sementara itu kuasa hukum Shalfa, Imam Muklas mengatakan Shalfa tidak jadi berangkat ke SEA Games bukan karena alasan indisipliner Namun sesaui dengan surat keterangan dokter, pergantian dengan atlet yoga yang sekarang itu karena ada penyakit kronis.

“Sedangkan terkait dengan tes virginitas kalau memang diminta dari pihak terkait kami siap. Kami siapkan buktinya, karena Shalfa melekukan tes itu hanya untuk SEA Games, itu saja,” tegasnya.

Muklas mengatakan pihaknya sangat  mengapresiasi semangat yang dberikan Khofifah. Ia melihat Gubernur bersikap tidak hanya sebagai kepala daerah saja, namun  lebih kepada sosok seorang ibu. “Beliau memahami betul bagaimana psikologi anak yang tertekan, tidak bicara lagi prestasi tidak bicara lagi indisipliner,” ungkapnya. (mus)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia