Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Satu Kurir Ditangkap saat Turun dari KA di Stasiun Pasar Turi

03 Desember 2019, 08: 05: 50 WIB | editor : Wijayanto

KURIR SABU: Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho (kiri) menginterogasi Dwi, kurir SS yang ditangkap usai turun dari KA.

KURIR SABU: Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho (kiri) menginterogasi Dwi, kurir SS yang ditangkap usai turun dari KA. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SELAIN menembak mati dua kurir sabu, Satresnarkoba Polrestabes Surabaya juga mengamankan satu orang kurir yang kedapatan membawa sabu seberat 300 gram. Tersangka Dwi, 46, warga Malang, ditangkap saat turun dari kereta api (KA) di Stasun Pasar Turi, Bubutan, Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho menuturkan, tersangka Dwi awalnya diinformasikan berada di Jakarta. Saat itu turun dari Stasiun Gambir untuk mengambil sabu di Kelapa Gading, Jakarta. Saat polisi hendak ke Jakarta, Dwi ternyata sudah berada di Semarang.

 “Saat anggota ke Semarang ternyata yang bersangkutan sudah menumpang KA ke Surabaya,” ujar Kombes Sandi.

Tak mau kehilangan tangkapan, anggota sudah menunggu tersangka di depan Stasiun Pasar Turi. Begitu turun dari kereta, dia langsung disergap. Polisi menemukan kardus ponsel berisi tiga paket sabu yang dibungkus dalam plastik teh Cina. “Ada tiga bungkus sabu dengan berat 300 gram,” tuturnya.

Tersangka Dwi mengaku disuruh oleh seseorang untuk mengambil sabu ke Jakarta. Ia mendapat uang saku perjalanan ke Jakarta kemudian diminta mengambil ke seseorang.

Tersangka Dwi dijanjikan uang Rp 3 juta untuk membawa sabu ke Surabaya dan diserahkan ke seseorang. “Uangnya belum saya terima sama sekali. Hanya uang perjalanan,” ujarnya.

Tersangka mengaku mendapat perintah dari seseorang yang dikenalnya di dalam Lapas Madiun. Dwi baru saja bebas dari penjara setelah sebelumnya ditangkap atas kasus yang sama. Yakni kedapatan membawa dua gram sabu. Ia kemudian diganjar hukuman penjara lima tahun. “Saya baru kali ini mengirim sabu. Saya baru bebas,” ujar Dwi.  (gun/rek)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia