Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Beri Efek Jera, Dirilis di Kamar Mayat RSUD

Dua Kurir Sabu Jaringan Malaysia-Sokobanah, Bangkalan, Ditembak Mati

03 Desember 2019, 08: 02: 26 WIB | editor : Wijayanto

DITEMBAK MATI: Dua kurir sabu Tony Ganda Wijaya dan Deny Saipul yang dikirim ke akhirat.

DITEMBAK MATI: Dua kurir sabu Tony Ganda Wijaya dan Deny Saipul yang dikirim ke akhirat. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Perang melawan bandar dan kurir narkoba terus dilancarkan jajaran Polrestabes Surabaya. Dua kurir sabu-sabu (SS) tewas diterjang peluru petugas di kawasan Sukomanunggal, Surabaya.

Dua kurir tersebut adalah Tonny Ganda Wijaya, 34, warga Perumahan Green Park Regency Blok N, Desa Sekardangan, Sidoarjo, dan Deny Saipul Anwar, 26, warga Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Malang.

Dua pelaku tersebut sempat menyerang polisi saat diringkus. Sehingga, polisi terpaksa melepaskan timah panas. "Keduanya meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit," kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho saat rilis di kamar mayat RSU dr Soetomo, Senin (2/12).

EFEK JERA: Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho (tiga dari kiri) menunjukkan barang bukti tangkap dan ungkap narkoba kepada wartawan saat rilis di kamar mayat RSU dr Soetomo, Senin (2/12).

EFEK JERA: Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho (tiga dari kiri) menunjukkan barang bukti tangkap dan ungkap narkoba kepada wartawan saat rilis di kamar mayat RSU dr Soetomo, Senin (2/12). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Menurut dia, penangkapan kedua tersangka itu merupakan pengembangan kasus pengungkapan 7,3 kilogram sabu pekan lalu. Polisi mendapat informasi ada seseorang yang hendak mengambil kiriman sabu dari Malaysia. Kurir yang bertugas mengambil SS itu satu jaringan dengan yang dicokok membawa 7,3 kilogram sabu itu.

“Satresnarkoba mengejar kurir tersebut yang informasinya akan mengambil sabu di wilayah Batam,” ungkap Sandi. Sabu tersebut hendak dikirim melalui jalur laut.

Setelah ditelusuri, akhirnya polisi berhasil meringkus satu tersangka. Polisi juga mengamankan dua kilogram sabu yang baru saja dikirim dari Malaysia.

Pengembangan dilakukan dengan cara meminta tersangka bertemu dengan seseorang yang menyuruhnya. Selanjutnya, tersangka dikeler lagi. “Mereka sepakat bertemu di Surabaya sehingga kami bawa ke Surabaya,” ujarnya.

Pertemuan disepakati di depan sebuah hotel di wilayah Sukomanunggal. Akhirnya, kedua tersangka itu bertemu. Mereka bukannya menyerah, tapi malah mengelabuhi petugas.

Mereka juga menyerang polisi. Maka, anggota yang terancam karena dikeroyok terpaksa menghajar keduanya dengan timah panas. “Usai ditembak, kedua tersangka langsung dibawa ke rumah sakit. Namun, nyawanya tidak tertolong,” jelas Sandi.

Lulusan terbaik Akpol 1995 ini menuturkan, kedua tersangka merupakan kurir sabu jaringan internasional. Mereka juga satu jaringan dengan Sokobanah, Bangkalan.

Jika sebelumnya, modus pengiriman adalah barang datang sendiri ke pemesan, sekarang sudah berganti modus dengan cara pemesan yang datang mengambil sabu.

Sandi menegaskan, Polrestabes Surabaya berkomitmen memberantas peredaran SS di wilayah Kota Surabaya. “Ini sebagai peringatan jika kami tidak main-main dengan para pengedar sabu di wilayah Surabaya,” tegasnya. (gun/rek)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia