Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Penyelundupan 10.278 Benih Lobster ke Singapura dan Vietnam Digagalkan

03 Desember 2019, 04: 25: 59 WIB | editor : Wijayanto

BB: Petugas menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus illegal fishing yang berhasil diamankan di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya.

BB: Petugas menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus illegal fishing yang berhasil diamankan di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Subdit IV Tipidter Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim menggagalkan penjualan 10.278 ekor bibit lobster. Komoditas laut itu diduga hendak dijual ke Singapura dan Vietnam.

Tiga orang tersangka ditangkap. Mereka adalah Dwi Puji Kurniawan, alias Wawan warga Desa Prigi, Watulimo, Trenggalek; Anggit Handoyo Putro, warga Desa Wonokarto, Ngadirojo, Pacitan; dan Nurcahyono Wijianto, warga Desa Wonoasri, Ngadirojo, Pacitan. 

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menjelaskan, benih lobster ilegal sebanyak 10.278 ekor itu terdiri atas bibit lobster jenis pasir 7.300 ekor dan jenis mutiara 2.978 ekor. Ribuan benih lobster tersebut hendak dikirim ke Jawa Barat. Kemudian diselundupkan ke Singapura dan Vietnam melalui jalur udara.

Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arif Setyawan menambahkan, terungkapnya kasus ini bermula dari penyelidikan penjualan benih lobster dari Tulungagung ke Jawa Barat.

Selanjutnya, polisi menangkap dua transporter (pengirim) di Jalan Tol Madiun-Ngawi KM 579. Mereka ditangkap saat membawa benih lobster dalam kemasan plastik yang dimuat mobil Daihatsu Xenia.

"Keduanya AH dan NW. Mereka membawa 10.278 bibit lobster yang hendak dikirim ke Jawa Barat," jelas Gideon didampingi Kasubdit IV Tipidter Kompol Wahyudi.

Setelah menangkap kedua pengirim, tim melakukan pengembangan dan berhasil menangkap Wawan, seorang pengepul, di rumahnya. Menariknya, dari rumah Wawan ditemukan barang bukti kolam penangkaran sementara dan perangkat pengemasan benur. "Wawan ini pengepul. Tahun 2018 inkrah kasus yang sama di TKP berbeda," sebut mantan Dirreskrimum Polda Jatim ini. 

Gidion menyebutkan, ribuan benih lobster yang sempat diamankan itu sudah dilepaskan ke habitatnya di Pantai Probolinggo. Hal itu dilakukan supaya benih lobster tidak mati. "Usernya di Singapura dan Vitenam. Per ekornya kalau di user Rp 200 ribu," bebernya.

Sementara itu, tersangka Wawan mengaku nekat menjadi pengepul benih lobster karena tidak memiliki pekerjaan lain. Dari hasil penyidikan, pada bulan November, pelaku sudah empat kali mengirim 20 ribu ekor benur ke Jawa Barat. 

Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Balai KIPM Wiwit Supriyono menyatakan perbuatan pelaku melanggar Permen 56 tahun 2016. "Karena ada pelarangan penjualan lobster (di bawah ukuran) 200 gram," sebutnya. (rus/rud)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia