Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Events Surabaya
Awarding Kampung Pendidikan KAS 2019

Keberadaan Warkop dan Games Jadi Tantangan Anak Zaman Sekarang

02 Desember 2019, 16: 44: 49 WIB | editor : Wijayanto

PEDULI ANAK: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bernyanyi bersama anak-anak saat Awarding Kampung Pendidikan 2019 di Jalan Tunjungan, Surabaya.

PEDULI ANAK: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bernyanyi bersama anak-anak saat Awarding Kampung Pendidikan 2019 di Jalan Tunjungan, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Lomba Kampung Pendidikan Kampunge Arek Suroboyo (KP KAS) 2019 berakhir Minggu (1/12). Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan penghargaan kepada 22 rukun warga (RW) terbaik dalam Awarding Kampung Pendidikan Kampunge Arek Suroboyo 2019 yang dilangsungkan bersamaan dengan acara Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan.

Wali kota yang akrab disapa Risma itu mengaku bangga karena kelurahan-kelurahan terlibat merata di ajang KP KAS 2019. Dari ujung barat, Karang Pilang, hingga ujung selatan, Rungkut, berpartisipasi dan meraih juara.

Risma mengucapkan selamat kepada para pemenang. Kepada peserta yang belum berhasil, dia berpesan agar tak patah semangat membangun kampungnya menjadi kampung ramah anak, mendorong anak belajar berprestasi, termasuk prestasi nonakademis.

Risma ingin agar melalui KP KAS lahir orang-orang hebat dari Kota Surabaya. Anak-anak yang nantinya bisa sukses melampaui dirinya. "Gak ada gunanya saya bangun Kota Surabaya kalau anak-anak tidak berhasil. Anak-anak Surabaya harus sukses," katanya.

Risma menegaskan bahwa kesuksesan anak bukan hanya tanggung jawab anak sendiri. Namun, ada peran orang tua yang sangat menentukan. Itulah sebabnya, dia mengadakan KP KAS agar para orang tua punya ruang untuk menuntun anak-anak agar berprestasi.

Risma mengatakan, tantangan yang dihadapi anak-anak saat ini banyak sekali. Mulai dari gadget, media sosial, games, hingga warung kopi (warkop). "Kalau kita tidak hati-hati, cuek, nanti akan kaget sendiri. Lho, moro-moro kok ngene anakku, bahaya," ujarnya.

Risma memaparkan, selama delapan jam waktu anak habis di sekolah. Sisanya, 16 jam, anak berada di luar sekolah. Inilah yang membuat peran orang tua dan lingkungan sangat penting. "Jika anak-anak rusak, itu bukan salah mereka dan bukan salah sekolah, tapi salah orang tua dan lingkungan," katanya.

Dalam awarding kemarin, Risma juga mengundang akademisi dari Singapore National University untuk menyaksikan bakat-bakat anak Surabaya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya Chandra Oratmangun berpesan kepada seluruh RW yang menang agar tetap mempertahankan apa yang telah dilakukan di kampungnya.

Dengan begitu, tujuan KP KAS untuk membentuk kampung layak anak dan suportif terhadap pengembangan anak benar-benar terwujud.

Selain juara satu dan tiga kategori pratama dan madya, dalam KP KAS 2019 ini Kampung Ngagel RW 03 terpilih menjadi The Best of The Best. Penghargaan khusus diberikan kepada RW 16 Ujung karena warga dan orang tua kompak membangun kampungnya. (ism/rek)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia