Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

PT GJT Berhenti Beroperasi, Polusi Batubara Stop

02 Desember 2019, 14: 59: 38 WIB | editor : Wijayanto

PROTES : Beberapa waktu lalu, warga di kawasan Jalan RE Martadinata keluar dari rumah untuk memprotes proses bongkat muat PT GJT.

PROTES : Beberapa waktu lalu, warga di kawasan Jalan RE Martadinata keluar dari rumah untuk memprotes proses bongkat muat PT GJT. (DOK/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK -  Warga terdampak polusi batu bara di Jalan RE Martadinata Kecamatan Gresik mengaku lega. Pasalnya, proses bongkar muat batu bara di PT Gresik Jasatama (GJT) tidak lagi beroperasi mulai,  Jumat (29/11). . "Sejak ada unjuk rasa tandingan sudah tidak ada operasi bongkar muat batu bara," kata Adhik Bachtiar, warga Kroman. 

Diakui, warga di Jalan RE Martadinata Kecamatan Gresik menilai sejak ada unjuk rasa tandingan dari warga pro GJT. Dengan berhentinya itu, masyarakat bisa menghirup udara bebas tanpa debu batu bara. “Lantai tidak lagi penuh debu batu bara," imbuhnya. Warga yang lain juga mengaku lega dengan berhentinga proses bongkat muat PT GJT. “Ini yang kami tunggu dari dulu-dulu. Setiap hari sesak nafas ini menghirup asap polusi,” ungkap salah satu warga Kroman, Hesti

Ketua DPRD Gresik Fandi Ahmad Yani mengaku, sebelum memberhentikan proses bongkar muat, pihaknya menggelar hearing dengan Komisi III DPRD Gresik, PT GJT , KSOP dan Pelindo Gresik. “Usai demo, kami hearing dan meminta KSOP menindaklanjuti,” jelasnya. 

Dalam hearing tersebut, Ketua Komisi III DPRD Gresik Asroin Widiana juga mengatakan, pemerintah akan tetap bertanggung jawab atas polusi debu batu bara. "Kita juga memberikan kesempatan kepada yang berwenang KSOP mindaklanjuti MoU tahun 2016. Saat itu GJT sudah MoU dengan masyarakat," jelas Asroin. (yud/han)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia