Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Pembangunan RS di Gresik Selatan Dikebut, Dinkes Kumpulkan Kopmas

02 Desember 2019, 14: 52: 26 WIB | editor : Wijayanto

ANDALKAN PUSKESMAS: Tak ada rumah sakit di wilayah Gresik selatan membuat warga memilih berobat di puskesmas kecamatan terdekat, seperti Puskesmas Kecamatan Kedamean.

ANDALKAN PUSKESMAS: Tak ada rumah sakit di wilayah Gresik selatan membuat warga memilih berobat di puskesmas kecamatan terdekat, seperti Puskesmas Kecamatan Kedamean. (DOK/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Rencana pembangunan Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) di wilayah Gresik selatan dikebut. Dalam waktu dekat, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik Saifudin Ghozali akan mengumpulkan sejumlah komponen masyarakat (kopmas) terkait rencana pembangunan RSUD tersebut.

"Sesuai rencana, Desember ini kami akan undang kopmas untuk minta masukan soal rencana pembangunan RSUD di selatan," ujar Saifudin Ghozali.

Dikatakan, untuk tahapan pembangunan RSUD di Selatan, saat ini dinkes tengah mempersiapkan uji kelayakan. "Pada 2019 kami dikasih anggaran Rp 300 juta untuk kajian kelayakan dengan perencanaan pembangunan pada 2020 mendatang," jelas mantan Kepala UPT Puskesmas Bungah itu.

Menurutnya, pembangunan RSUD di wilayah Gresik selatan sebagai tindaklanjut permintaan masyarakat setempat. Tujuannya, agar masyarakat di wilayah selatan mendapat fasilitas dan layanan kesehatan yang memadai.

Mengingat, di Gresik selatan seperti di Kecamatan Menganti, Driyorejo, Wringinanom, dan Kedamean belum memiliki rumah sakit plat merah yang representatif.

Sampai saat ini, Pemkab Gresik sudah memiliki dua rumah sakit, yakni RSUD Ibnu Sina di Jalan Dr. Wahidin SH, dan RSUD Umar Masud di Pulau Bawean.

"Memang kami akui selama ini masyarakat di selatan merasa bahwa jarak tempuh ke RSUD Ibnu Sina cukup jauh. Makanya, mereka juga meminta agar pemerintah bisa membangun RSUD di sana, agar memudahkan mereka dalam mendapatkan layanan kesehatan," paparnya.

Selama ini, masyarakat di wilayah Gresik lebih memilih berobat ke Surabaya, Sidoarjo, bahkan Mojokerto. Sebab, untuk berobat ke wilayah kota seperti ke RSUD Ibnu Sina jaraknya lebih jauh. (jar/han)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia