Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Features

GREENLY: Makan Makanan Sehat Adalah Hak Semua Orang

02 Desember 2019, 06: 06: 59 WIB | editor : Wijayanto

MAKANAN SEHAT: Seorang kastemer mengambil orderan di outlet Greenly.

MAKANAN SEHAT: Seorang kastemer mengambil orderan di outlet Greenly. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Menjalankan sebuah bisnis sendiri kian dilirik kalangan anak muda beberapa tahun belakangan. Khususnya bisnis kuliner yang jadi pilihan menjanjikan jika dikemas dengan konsep dan ide menarik. Hal ini juga karena bisnis di bidang pangan merupakan salah satu bisnis terbesar di Indonesia.

Salah satunya seperti yang dilakukan Greenly. Bisnis kuliner yang menyajikan menu makanan sehat yang memiliki berbagai fungsi bagi kesehatan. Bisnis ini diprakarsai oleh dua milenial, yakni Edrick Joe Soetanto, 30, dan Liana Gonta Widjaja, 27.

Edrick menyampaikan, ide awal membangun bisnis ini karena terdorong oleh fenomena bahwa tidak banyak orang yang bisa menyajikan makanan sehat. Sehingga, ia kesusahan untuk mendapatkan makanan sehat. Justru kebanyakan orang menjual penganan fastfood yang berminyak dan berkolesterol.

"Ini struggle saat kami kembali ke Indonesia. Karena sebelumnya, kami ada di luar negeri dan di sana makanan sehat sudah sangat affordable, available, dan easily accessible untuk kami makan sehari-hari. Tetapi saat kembali ke Indonesia, kami merasa makanan sehat masih limited," terangnya di Surabaya.

Padahal, menurut dia, makanan sehat bukan lah barang premium yang hanya bisa dinikmati oleh orang-orang mampu. Pihaknya percaya bahwa makan makanan sehat dan hidup sehat adalah hak setiap orang.

"Misalnya healthy catering dalam satu bulan seharga Rp 1 juta. Berapa banyak orang yang mampu untuk itu? Akhirnya, kami punya ide untuk meng-create healthy food yang affordable, available, dan easily accessible untuk seluruh most market," ujarnya. Hal ini sejalan dengan visi dan misi Greenly untuk mendemonstrasikan healthy diet di Indonesia.

Akhirnya, Edrick dan Liana bekerja sama memulai project membawa makanan sehat yang dapat disantap setiap hari dengan menghadirkan offline store pertama Greenly di salah satu mall di wilayah Surabaya Timur.

Liana yang juga seorang nutritionist menambahkan, bahwa makan makanan sehat harus menjadi daily lifestyle. "Tidak hanya saat weekend atau saat kita ingin makan sehat saja," ujarnya. Oleh karena itu, seiring dengan kehadiran offline store Greenly, keduanya juga bekerja sama dengan GoFood untuk memperluas distribusi makanan sehat ini.

Di sisi lain, pihaknya juga ingin semua orang yang ada di rumah, kantor atau kampus bisa makan makanan sehat. "Kami pun membuka cabang di Kendangsari dan Petemon agar lebih mudah menjangkau masyarakat Surabaya," jelasnya.

Edrick menuturkan, pihaknya bersyukur masyarakat saat ini sudah lebih aware untuk hidup sehat. Pihaknya pun mengaku sangat senang, karena respon masyarakat sangat positif. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan permintaan makanan sehat sejak bisnis ini mulai beroperasi pada awal Januari hingga saat ini.

"Awal-awal, kami masih melayani satuan pieces, kemudian meningkat puluhan hingga ratusan. Peningkatannya pun signifikan. Tetapi target kami, tidak hanya ratusan. Bahkan semua orang harus makan makanan sehat," tuturnya.

Liana juga menambahkan bahwa pihaknya ingin masyarakat yang belum terlalu memperhatikan kesehatan, mulai sadar untuk hidup sehat. Pasalnya, hidup sehat bukan hanya dengan olahraga tetapi juga asupan yang dimasukkan ke dalam tubuh.

"Kami ingin bersama-sama membangun komunitas untuk hidup sehat. Ini merupakan salah satu pencapaian terbesar kami, yaitu bisa memberi akses makanan sehat ke semua orang, tidak hanya kalangan tertentu," ujarnya.

Sesuai dengan visi misi Greenly untuk menjangkau masyarakat di berbagai tempat dan kalangan, menjadi mitra GoFood merupakan pilihan yang sangat tepat. Apalagi kini ada aplikasi GoBiz yang memudahkan mereka untuk mengelola bisnis ini.

"Aplikasi ini sangat membantu karena gampang digunakan dan user friendly. Mau melakukan apapun bisa lewat aplikasi ini, sehingga memberikan kami power untuk mengendalikan bisnis lebih otonom," ujarnya. (cin/jay)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia