Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Kecanduan Judi, Lupa Diri, Lupa Istri dan Anak

01 Desember 2019, 04: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Kecanduan, yang menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) artinya adalah kejangkitan suatu kegemaran hingga lupa akan hal-hal lain, dalam bentuk apa pun tidak baik. Masih mending kalau kecanduannya boba tea sampai  lupa makan nasi. Paling efek sampingnya hanya obesitas, mentok diabetes. Lah kalau kecanduan judi?  Wasalam! Efek sampingnya banyak.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya 

Salah satunya adalah rumah tangga berantakan. Seperti yang terjadi pada keluarga Donwori. Yang terjadi karena pria 34 tahun itu lebih cinta dengan judi, ketimbang istri sendiri. "Wes lali sak sembarange, Mbak. Lali bojo, lali anak," curhat Karin di sebuah bangku di sudut lorong Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, awal pekan lalu. 

Karin mengatakan, sejak Donwori mulai main-main dengan judi, hubungan rumah tangganya gonjang-ganjing. Masalahnya, gaji yang seharusnya Donwori berikan untuk menghidupi keluarga, bisa amblas satu malam saja. 

Awalnya, ia sendiri tak menyadari praktik perjudian suaminya. Karena Donwori pandai memainkan uang. Suaminya itu tak serta merta menghabiskan uang-uangnya untuk judi. Paling diambil dua puluh persennya dulu, lalu terus meningkat. Jika ditanya, alasannya juga masuk akal. Misal dipinjam teman, atau servis kendaraan. 

Semakin lama, mulutnya semakin licin. Tahu kalau tak mungkin dirinya berhati seperti peri yang rela meminjami sahabat setiap bulan, Donwori cari alasan lain. Kala itu, alasan yang ia gunakan adalah cicilan rumah yang sengaja  dinaikkan agar segera bisa ditempati. Kala itu, Karin sudah termakan omongan suaminya. 

Karin sendiri di awal-awal masih mentolerir, ia bayari kebutuhan keluarganya. Maklum, ia perempuan mandiri dan berdikari. Yang enggan disudutkan dengan pertanyaan lebih memilih jadi ibu rumah tangga atau wanita karir. 

Namun semakin lama, Donwori  keenakan. Mentang-mentang Karin tak minta jatah, Donwori makin lupa kewajibannya. Lima ribu perak pun untuk jajan anaknya, tak pernah ia berikan. 

Hingga suatu ketika ia mendapatkan telepon dari nomor yang tak dikenal. Yang ternyata debt collector kredit online yang dilakukan oleh Donwori. Bedebahnya, Donwori menyertakan nomor Karin sebagai jaminan pembayaran, tanpa izin tanpa prolog sebelumnya. Apesnya Karin,  tak merasakan uangnya tapi tekornya pulujan juta. "Bari ngunu aku mulai sadar. Wes gak beres iki bojoku," timpalnya. 

Sejak dihubungi debt collector, perang dunia antara Karin dan Donwori pecah. Karin terus mendesak agar Donwori tobat dan melunasi hutangnya sendiri. Karin juga dengan tegas menyampaikan tak akan mau dan mampu menutup hutang suaminya itu.

Lalu, apakah Donwori bersedia membayarkan utangnya saudara-saudara? Oh tentu tidak. Karena rupanya si bedebah itu lepas tangan. Donwori malah kabur, entah sembunyi ke mana. Ia tinggalkan Karin  yang ditagihi debt collector setiap hari. 

Makin bedebah lagi, semakin hari, debt collector yang menghubunginya tak cukup satu.Tapi datang dari penyedia pinjaman  online lain.  Tiga jumlahnya. Nominal makin tak masuk akal. "Terus areke ngilang sampek saiki, ra ngerti nak endi. Persis koyo koruptor nggondol duwite negoro iku," ujarnya.

Kaburnya Donwori tentu membawa gelisah juga bagi keluarga Karin. Hingga akhirnya mendorongnya untuk mengurus cerai saja. Bedebahnya, keluarga besar Donwori tak terima kalau anaknya cerai dengan nama yang buruk. 

Dengan entengnya mereka menebar rumor ke tetangga dan lingkup sosial Karin. Mengatakan kaburnya Donwori gara-gara tak tahan ditekan Karin yang menuntut materi lebih. Untuk kebutuhan gengsinya. Gengsi gundulmu, pikir Karin. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia