Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

AFPI Kuatkan Literasi Keuangan Digital

30 November 2019, 16: 28: 10 WIB | editor : Wijayanto

PILIH YANG LEGAL: Kepala Humas dan Hubungan Industri AFPI Tumbur Pardede (paling kiri) menjelaskan manfaat menggunakan layanan fintech.

PILIH YANG LEGAL: Kepala Humas dan Hubungan Industri AFPI Tumbur Pardede (paling kiri) menjelaskan manfaat menggunakan layanan fintech. (HERNINDA CINTIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) terus mendukung pemerataan dan penguatan literasi keuangan digital pada masyarakat. Seiring dengan potensi industri financial technology (fintech) yang sangat besar, salah satunya dengan menyelenggarakan Fintech Exhibition 2019 di Pakuwon Trade Center, Surabaya.

Kepala Humas dan Hubungan Industrial AFPI Tumbur Pardede menuturkan, Surabaya sebagai pusat perekonomian Jawa Timur (Jatim) menjadi bagian dalam peningkatan industri fintech lending.

Oleh sebab itu, melalui pameran ini diharapkan masyarakat Surabaya dapat memperoleh informasi secara transparan terkait industri fintech. Pihaknya berharap, masyarakat Surabaya semakin mengetahui dan teredukasi mengenai industri fintech lending yang berizin dan terdaftar di OJK.

"Sehingga ketika ingin bertransaksi menggunakan industri ini sudah bisa membedakan mana fintech lending yang resmi dan mana yang ilegal. Apalagi beberapa tahun sebelumnya banyak fintech ilegal yang membuat masyarakat tidak percaya lagi, sehingga membuat mereka tidak berminat," ujarnya saat pembukaan Fintech Exhibition Surabaya 2019.

Tumbur menjelaskan, melalui acara ini, masyarakat juga bisa secara langsung melihat platform fintech mana saja yang terdaftar resmi selain dengan mengakses di website OJK dan AFPI.

"Harapan kami melalui ini mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat secara umum bahwa Fintech P2P Lending tidak hanya menawarkan bentuk pinjaman namun menjadi solusi investasi bagi mereka dalam mempersiapkan perencanaan keuangan di masa depan," imbuhnya.

Hingga saat ini, AFPI memiliki 144 anggota penyelenggara Fintech P2P Lending yang sudah terdaftar di OJK. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 lembaga fintech telah mendapat perizinan penuh. Sedangkan penyaluran dana sepanjang 2019 ini yang telah mencapai Rp 60 triliun dengan 14 juta borrower.

Di tempat yang sama, Direktur Pengawasan dan Manajemen Strategis OJK Kantor Regional 4 Jatim Mulyanto menambahkan, pihaknya mendata Jatim menjadi daerah ketiga dengan penyaluran pinjaman terbesar di Indonesia pada industri fintech lending.

Setidaknya, penyaluran pinjaman di Jatim mencapai Rp 6,63 triliun per 30 September 2019 atau sekitar 11 persen dari total akumulasi penyaluran pinjaman secara nasional sebesar Rp 60,4 triliun dengan transaksi peminjam yang juga mengalami peningkatan hingga 261 persen year-to-date mencapai 5.812.821 akun borrower.

"Berdasarkan data, realisasi pinjaman yang disalurkan tersebut, fintech mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Peningkatannya signifikan," ujarnya. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia