Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Perjuangkan Pengadaan Rumah Bagi MBR, Totok Lusida Ketua Umum DPP REI

30 November 2019, 16: 25: 09 WIB | editor : Wijayanto

Paulus Totok Lusida

Paulus Totok Lusida (DOK/JAWAPOS)

Share this      

SURABAYA - Paulus Totok Lusida akhirnya terpilih menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Real Estate Indonesia (DPP REI) periode 2019-2022. Totok terpilih setelah berhasil mengungguli suara Joko Suranto dari Jawa Barat.

Pengembang asal Jawa Timur (Jatim) ini terpilih sebagai Ketua Umum DPP REI menggantikan Solaeman Soemawinata. Pada kepengurusan sebelumnya, Totok menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPP REI.

Ini merupakan kali pertama tokoh pengembang Jatim memimpin DPP REI. Meski Jatim memiliki anggota yang sangat banyak, selama ini selalu kalah dalam perebutan ketua umum melalui Munas. Totok berhasil mengumpulkan 134 suara, sedangkan Joko Suranto 72. Sedangkan tidak sah 2 suara.

Sebelum pemilihan berlangsung, baik Totok Lusida dan Joko Suranto secara berurutan menyampaikan visi dan misi sebagai Calon Ketum DPP REI. Dalam visi misinya Totok menyampaikan ingin membangun kerja sama yang lebih erat antara pengembang besar dan kecil di daerah. Caranya dengan merealisasikan kerja sama untuk kewajiban hunian berimbang.

Totok juga memastikan untuk makin memperkuat hubungan baik dengan pemerintah untuk mewujudkan pengadaan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). "Yang mendesak, tentunya adalah menyediakan program MBR, karena dana yang tersedia untuk 2020 tersisa sekitar Rp 9 triliun. Itu kan hanya cukup untuk membiayai sekitar 90 ribu unit rumah MBR," ujarnya.

Totok mengakui backlog perumahan tetap menjadi fokus REI yang terus diupayakan untuk bisa ditekan. Menurutnya, untuk menekan backlog, dirinya mengusulkan pemangkasan regulasi yang menghambat.

"Intinya, peraturan yang tidak kita akan diskusi mana-mana regulasi yang menghambat sehingga bisa diperbaki. Sehingga program penyediaan rumah bisa semakin mudah diwujudkan," jelasnya.

Pemilik perusahaan pengembang PT Mitra Gemilang Makmur ini juga akan mengusulkan optimalisasi pemberian bunga subsidi bagi pembeli rumah lewat Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Menurutnya, selama ini rumah KPR, subsidinya diberikan dalam jangka waktu 20 tahun. "Padahal, 85 persen pembeli rumah subsidi mampu melunasi pinjaman dalam jangka 10 tahun," katanya.

Terkait hal tersebut, Totok akan mengusulkan pemberikan subsidi KPR untuk pembelian rumah bisa diperpendek menjadi tujuh tahun. "Dengan begitu, akan semakin banyak rumah yang bisa dibiayai lewat dengan subsidi bunga KPR, sehingga bisa semakin mengurangi backlog perumahan," pungkasnya. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia