Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Dinkes Fokus Penanganan Stunting dan Penyakit Tak Menular

30 November 2019, 19: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi stunting

Ilustrasi stunting (DOK/JAWAPOS)

Share this      

SURABAYA - Hari Kesehatan Nasional diperingati setiap November. Tahun ini, tema yang diangkat adalah Indonesia Sehat, SDM Unggul. Sesuai dengan amanat presiden untuk menciptakan sumber daya manusia unggul dan berkualitas, hal pertama yang perlu dilakukan adalah memperbaiki kesehatannya.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Kohar Hari Santoso menyampaikan, untuk memenuhi kriteria sehat ini, ada tiga aspek yang perlu diperhatikan. Pertama adalah aspek gizi masyarakat, lingkungan, juga penekanan penyakit yang menular dan tidak menular perlu diperhatikan.

Itulah mengapa di HKN 2019 Kohar mengajak seluruh masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau Germas. Dengan begitu, penyebaran penyakit bisa ditekan.

Juga untuk lingkungan, kohar mengimbau agar masyarakat masing-masing memiliki jamban yang sehat untuk mencegah pola buang air kecil (BAK) sembarangan. Yang bisa mengkontaminasi tanah dan air. Yang muaranya akan mengganggu kesehatan masyarakat. 

“Di mana sumber dari berbagai penyakit bermula dari jamban yang tidak sehat," ujarnya dalam acara puncak HKN 2019 Dinas Kesehatan Jatim yang diselenggarakan di Pantai Lompeng, Madura (28/11). 

Kohar menyampaikan, tahun ini Dinkes Jatim juga akan terus berupaya melakukan penurunan stunting. Upaya yang telah dilakukan adalah dengan membentuk lokus stunting di beberapa kota/kabupaten di Jatim dengan angka stunting tinggi. Sehingga penurunan stunting mencapai target dari tahun ke tahun.

Untuk itu, ia mengimbau keseriusan dan komitmen dari bupati dan wali kota di Jatim agar fokus pada tiga hal penting, yakni penanganan stunting, jamban sehat dan penyebaran penyakit untuk mewujudkan Jawa Timur Sehat.

Dinkes Jatim merayakan HKN Tahun 2019 ini dengan serangkaian acara yang digelar sejak Oktober lalu dan menyebar ke seluruh Jatim. Di antaranya dengan bakti sosial, operasi gratis bibir sumbing, katarak, dan hernia. Juga pengiriman tenaga medis ke kepulauan dan penyerahkan ambulans ke beberapa puskesmas di Sumenep. (ism/nur)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia