Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Pemkot Siapkan Program Latihan Rescue Bagi Siswa SD dan SMP

30 November 2019, 16: 00: 50 WIB | editor : Wijayanto

MULAI TAHUN DEPAN: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menunjukan mapping tempat latihan rescue bagi Siswa SD dan SMP.

MULAI TAHUN DEPAN: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menunjukan mapping tempat latihan rescue bagi Siswa SD dan SMP. (ISTIMEWA/HUMAS PEMKOT)

Share this      

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan siapkan program pelatihan rescue bagi anak SD dan SMP seSurabaya. Untuk menunjang latihan tersebut, pemkot juga menyiapkan kolam renang yang terletak di wilayah Jambangan.

Menurut Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, program latihan rescue sifatnya wajib dan akan dimulai pada bulan Januari 2020 bertepatan dengan rampungnya kolam renang yang selesai pada akhir tahun ini.

“Adanya program pelatihan rescue bagi anak-anak adalah untuk memberikan bekal penyelamatan, sebagai antisipasi jika terjadi bencana. Kegiatan ini nantinya di bawah koordinasi Dinas Pendidikan. Kita tidak minta ada musibah dimanapun. Tapi kita ingin anak-anak memiliki pengalaman rescue (penyelamatan, Red),” kata Risma saat memberikan keterangan pers di ruang kerjanya.

Risma menjelaskan, pihaknya juga akan memberikan training khusus kepada para pelatih yang akan memberikan pelatihan rescue terhadap anak-anak. Mulai dari cara memegang ban, naik perahu karet maupun sekoci. “Nanti jadwal sekolah-sekolahnya kita buat bergilir sekolah negeri dan swasta. Jadi, sekolah akan mengirim (siswa, Red) bergantian,” terangnya.

Para pelatih tersebut berasal dari petugas Linmas, Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (PMK). Bagi siswa perempuan, nantinya akan dilatih pelatih perempuan, demikian juga sebaliknya. Saat ini ada 10 petugas yang telah siap menjadi pelatih. Mereka terdiri dari enam orang dari jajaran Linmas dan empat orang dari PMK, yang semuanya laki-laki.

“Latihannya mulai jam 7 pagi sampai 5 sore, dibagi dalam dua shift. Tapi, kalau memungkinkan lebih pagi juga kita buat itu. Sementara ini, kolam renang ini kita prioritaskan melatih anak-anak,” ungkapnya.

Tidak hanya menyiapkan program pelatihan rescue bagi anak-anak. Bahkan, seragam dan peralatan juga telah disiapkan. Selain itu, bagi siswa yang berlatar belakang keluarga tidak mampu nantinya akan ditanggung juga.

“Anak-anak tidak perlu minta orang tuanya, kalau mampu tidak apa-apa. Tapi kalau tidak mampu, semuanya akan kita siapkan supaya tidak memberatkan orang tuanya,” pungkasnya. (rmt/nur)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia