Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Perpres Percepatan Pembangunan Jatim Turun, Khofifah Siap Tancap Gas

30 November 2019, 13: 15: 31 WIB | editor : Wijayanto

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. (DOK/JPNN)

Share this      

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku bersyukur dan menyambut baik terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi di kawasan Gerbangkertosusila (Gresik-Bangkalan-Mojokerto, Surabaya-Sidoarjo-Lamongan), kawasan BTS (Bromo-Tengger-Semeru), serta kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan. Ia berharap melalui Perpres ini maka iklim investasi di Jatim juga akan ikut meningkat.

Perpres tersebut ditandatangani Presiden Jokowi pada tanggal 20 November. Serta, resmi diundangkan di Jakarta pada tanggal 25 November oleh Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna Laoly. Untuk mendukung dan memberikan nilai tambah di kawasan tersebut, dalam Perpres 80 Tahun 2019 juga tertuang pengembangan di kawasan Selingkar Ijen, kawasan Madura dan Kepulauan.

Penetapan Perpres No. 80 Tahun 2019 ini sendiri, sesuai dengan usulan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang telah disampaikan pada saat rapat terbatas  percepatan pembangunan di Istana Bogor yang dipimpin langsung  Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.  "Ini wujud respon cepat dari pemerintah pusat," kata Khofifah.

Mantan Menteri Sosial ini menjelaskan dalam rangka percepatan pembangunan ekonomi di kawasan tersebut dalam Perpres disebutkan akan dilakukan secara  terpadu dan berkelanjutan. Serta, tertuang dalam Rencana Induk Pembangunan Kawasan.

Di bawah pendampingan dan pengawasan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Terkait pendanaan, dalam Perpres telah tertuang bahwa percepatan pembangunan ekonomi di kawasan tersebut bersumber dari empat hal. Yaitu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha, serta sumber pendapatan lain yang sah sesuai peraturan perundang-undangan.

Lebih lanjut Khofifah mengatakan dalam perencanaannya, untuk kawasan Gerbangkertosusila akan difokuskan pada konektivitas. Sehingga, ketersediaan transportasi publik di kawasan Gerbangkertosusila akan tersedia dengan baik.
"Kami akan segera menyiapkan detail plan  serta membentuk tim taskforce terkait penyediaan transportasi publik termasuk opsi MRT, LRT  serta opsi penambahan kereta commuter tidak hanya sampai Lamongan tapi sampai Tuban," jelasnya.

Wanita yang juga pernah menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan mengatakan untuk pengembangan di kawasan BTS akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur yang lebih memadai bagi para wisatawan baik dari arah Malang, Pasuruan maupun Probolinggo.

"Kami harap percepatan pembangunan ekonomi di wilayah Jatim khususnya di kawasan Gerbangkertosusila,  BTS, Selingkar Wilis dan Kawasan Selatan, akan mampu memberikan multiplier effect yang luas bagi semua pihak. Baik bagi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Jatim maupun produk domestik bruto (PDB) secara  nasional," pungkasnya. (mus/rud)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia