Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Jelang Akhir Tahun, Permintaan Mobil Premium Meningkat

29 November 2019, 18: 54: 23 WIB | editor : Wijayanto

MOBIL BARU: Pengunjung melihat sedan premium di salah satu showroom di Jalan HR Muhammad.

MOBIL BARU: Pengunjung melihat sedan premium di salah satu showroom di Jalan HR Muhammad. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Pengusaha otomotif di wilayah Jawa Timur mengklaim momen akhir tahun mampu meningkatkan penjualan mobil segmen premium. Seiring dengan potensi pasar otomotif segmen ini yang diprediksi tahun depan masih sangat bagus dan potensial.

Sebut saja, mobil mewah merek BMW yang dengan percaya diri tahun ini meluncurkan produk baru atau penyegaran dari seri 7 sebelumnya. Kepala Cabang BMW Astra Surabaya Yopy Antonio mengatakan, pihaknya optimistis dengan potensi pasar mobil mewah di Surabaya.

Bahkan, setelah mengenalkan produk baru New Seri 7, yakni The New BMW Seri 7 di Jakarta, dengan 2 tipe BMW 730Li M Sport dan 740Li Opulence hingga kini sudah ada yang inden sebanyak tiga unit yang akan di-delivery pada Desember ini. "Ini artinya pasar masih ada, dan minat dengan mobil premium," kata Yopy.

Bahkan Yopy memproyeksikan pertumbuhan penjualan mobil berbagai tipe premium bisa tumbuh rerata 10- 20 persen per tahun sejalan dengan upaya perusahaan yang menghadirkan produk-produk baru.

Menurutnya, pasar mobil Seri 7 di Jawa Timur memang tidak terlalu besar karena pasar kecenderungan ke arah produk entry level, sehingga pihaknya akan lebih gencarkan produk di harga yang tidak terlalu tinggi.

"Walau pasar Seri 7 tidak terlalu tinggi, tapi kalau dilihat presentasi penjualannya cukup bagus. Bulan lalu kami bisa menjual 7 unit, padahal bulan sebelumnya hanya 2 unit," katanya.

Terpisah, General Manager PT Hartono Raya Motor Hartoyo Yuwono juga meyakini pasar mobil premium akan bergairah jelang akhir tahun 2019. Sebab, ada dua kebijakan yang dinilai mampu membantu peningkatan daya beli konsumen untuk produk mobil mewah. Salah satunya yaitu penurunan suku bunga.

Dikatakannya, Bank Indonesia telah memangkas suku bunga acuan 25 basis poin (bps) dari 5,25 persen menjadi 5 persen. Hal tersebut adalah berita baik bagi industri otomotif Indonesia di tengah lesunya pasar kendaraan bermotor.

"Karena artinya bunga leasing juga akan berpeluang turun dan bisa memancing orang untuk mau beli mobil baru, terutama mobil high end," terangnya.

Selain itu, faktor lain yang juga diyakini bisa memperkuat kinerja roda empat adalah pada Desember nanti BI telah berencana menurunkan uang muka hingga 10 persen untuk pembelian mobil secara kredit. Ketetapan DP yang berlaku saat ini adalah 25-30 persen.

BI akan meringankannya menjadi 15-20 persen khusus bagi perusahaan pembiayaan yang rasio kredit bermasalahnya di bawah lima persen. "Tentunya hal-hal seperti ini jadi angin segar untuk industri mobil mewah. Karena mulai awal Oktober 2019 pasar mobil premium sangat lesu," jelas Hartoyo.

Berdasarkan data Gaikindo, pasar mobil premium turun di kisaran 11-13 persen. Menurutnya, kondisi itu terjadi lantaran masyarakat masih menunggu pelantikan presiden dan penunjukkan menteri. Sehingga pasar wait and see menunggu kebijakan-kebijakan apa yang akan dikeluarkan di pemerintahan baru ini.

Karena itu, Hartoyo berharap pada Kabinet Indonesia Maju sekarang mampu membawa berbagai terobosan yang bisa menggairahkan pasar kendaraan bermotor Indonesia. (cin/opi)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia