Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Gresik
Sudah 3 Tahun Berturut-turut

LP Ma’arif Protes Pengajuan Dana Hibah Kembali Dicoret Dispendik

29 November 2019, 07: 43: 46 WIB | editor : Wijayanto

PROTES: Kepala LP Maarif Cabang Gresik, Ahmad Jazuli (kanan) tak terima jika pengajuan dana hibah tahun depan kembali dicoret.

PROTES: Kepala LP Maarif Cabang Gresik, Ahmad Jazuli (kanan) tak terima jika pengajuan dana hibah tahun depan kembali dicoret. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

Share this      

GRESIK – Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif protes usulan dana hibah yang mereka ajukan kembali dicoret Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik. Pasalnya, sejak 2018 lalu mereka sudah tidak mendapatkan dana hibah. Jika usulan 2020 benar-benar dicoret, maka tiga tahun berturut-turut mereka tidak pernah mendapatkan bantuan hibah dari pemerintah.

Ketua Cabang LP Ma’arif Gresik Ahmad Jazuli mengaku belum mendapatkan kepastian apakah usulan mereka dicoret atau tidak. Namun, informasi yang ia terima memang dicoret. “Kalau melihat dari 2 tahun sebelumnya kayaknya memang dicoret lagi,” keluhnya. 

Pihaknya mempertanyakan kebijakan Dispendik yang selalu mencoret usulan dana hibah untuk organisasinya.  “Itu  maksud dan tujuannya apa, saya ndak ngerti. Kok main coret seperti itu,” ungkap Jazuli. 

Dia mengatakan anggaran dana hibah tersebut menjadi hak organisasi. Sehingga tak sepantasnya Dispendik melakukan hal itu. Jazuli paham betul jika dana hibah tersebut tak bisa dicairkan setiap tahun. Melainkan dua tahun sekali. “Kami sudah dua tahun tidak menerima. Jadi layak tahun 2020 menerima,” ungkap dia. 

Jazuli menjelaskan pada tahun 2018, Maarif sudah mengajukan anggaran dana hiba mencapai Rp 200 juta. Namun itu ditolak. Kemudian pada pengajuan tahun 2019, keinginan mendapatkan dana tersebut juga kandas lantaran dicoret Dispendik. Sedangkan untuk tahun 2020, pihaknya menganggarkan Rp 300 juta. “Kalau itu diceoret, berarti tiga tahun kami tak dapat jatah anggaran itu,” terangnya. 

Hal ini membuat Jazuli meradang. Jika memang anggaran itu kembali dicoret, maka pihaknya sumbar akan melakukan protes. “Kami akan bicara lantang terkait tindakan itu,” pungkasnya. 

Menanggapi hal ini, Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Gresik Wafiroh Ma’shum membenarkan kalau usulan hibah untuk PC LP Ma’arif Gresik dicoret oleh eksekutif. Hal tersebut terungkap ketika pembahasan R-APBD 2020. Alasannya, LP Ma’arif sudah menerima hibah untuk sekolah setiap tahun. 

“Padahal, hibah yang dimaksud untuk lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif. Sedangkan LP Ma’arif secara organisasi belum ada hibah selama beberapa tahun,”ungkapnya.

Ditambahkan, eksekutif  tidak mengerti  tentang lembaga –lembaga di Nahdaltul Ulama (NU), tetapi langsung mencoretnya tanpa klarifikasi atau bertanya lebih dulu. Namun karena sudah dicoret dan tak masuk dalam R-APBD 2020, maka Banggar tidak bisa memaksa eksekutif untuk memasukkannya. “Kami harappada tahun 2021, hibah untuk LP Ma’arif bisa diberikan,” pungkasnya. 

Hingga berita ini diturunkan  belum ada tanggapan dari Dispendik.  Kepala Dispendik Mahin dan Kasubag Dispendik Roni Ronny A Pangandaheng kompak tak mengangkat telepon. Saat dikirim pesan Whatsapp juga tak ada balasan. (yua/rof)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia