Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Pekikkan "Merdeka," Mak Susi Jalani Sidang Perdana Ujaran Kebencian

28 November 2019, 18: 14: 06 WIB | editor : Wijayanto

TEGAR: Terdakwa Tri Susanti menghadiri sidang perdananya di PN Surabaya, Rabu (27/11).

TEGAR: Terdakwa Tri Susanti menghadiri sidang perdananya di PN Surabaya, Rabu (27/11). (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Tri Susanti alias Mak Susi menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (27/11). Kader salah satu partai politik itu didakwa menjadi penyebar ujaran kebencian dan berita bohong kasus pengrebekan Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya pada 17 Agustus lalu.

Susi sempat memekikkan kata ‘Merdeka!’ sebelum memasuki ruang persidangan. Sidang dipimpin Hakim Johanes Hehamony. Jaksa penuntut umum (JPU) Mohamad Nizar dalam dakwaannya menyebut, berdasarkan wawancara dari di salah satu stasiun televisi, terdakwa Susi berujar, "Setelah ditinggal ternyata bendera tersebut dirobek, di masukan ke selokan dan dipatah-patahkan. Lha, ini yang akhirnya menimbulkan amarah dari ormas dan masyarakat Surabaya," ujar Susi ditirukan JPU.

Sedangkan faktanya, lanjut Nizar, bendera merah putih itu hanya masuk ke dalam selokan dan tiang bendera dalam keadaan bengkok. Ujaran inilah yang memantik gesekan rasisme dan menyebabkan kerusuhan di Manokwari, Papua Barat.  Polda Jatim juga menemukan data dan informasi di internet terkait kerusuhan di Manokwari, Papua Barat dan pembakaran gedung DPRD Papua Barat.

Selain itu, Susi juga didakwa menyebarkan pesan di grup WhatApps (WA) dengan nada memprovokasi memanggil massa agar berdatangan di Asrama Papua di Jalan Kalasan, Surabaya.  Terdakwa Susi didakwa melanggar Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45A ayat (2) UU No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik. Melalui kuasa hukumnya, terdakwa Susi mengajukan eksepsi.

Di ruang sidang yang sama, youtuber Andria Adiansah juga didakwa oleh JPU Sabetania dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) melalui video yang disebar di Youtube. (gin/rek)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia