Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Kasus Wanita Pencuri Perhiasan di Pasar Benjeng Mulai Disidangkan

28 November 2019, 14: 34: 29 WIB | editor : Wijayanto

CURI EMAS: Terdakwa Wulan Dwi Septiana saat berada di ruang tahanan PN Gresik menjalani sidang.

CURI EMAS: Terdakwa Wulan Dwi Septiana saat berada di ruang tahanan PN Gresik menjalani sidang. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – Kasus pencurian perhiasan oleh Wulan Dwi Septiana, 22 di Pasar Benjeng akhirnya disidang di ruang Pengadilan Negeri (PN) Gresik.

Pada sidang perdana itu, jaksa penuntut umum (JPU) Sarief Hidayat membacakan kronologis pencurian perhiasan yang dilakukan  warga asal Desa Sukolilo Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan tersebut.

“Terdakwa diamankan karena kepergok mencuri perhiasan berupa dua set gelang emas di toko emas milik Siti Aliyah, 40, warga Dusun Kedungkakap Desa Kedungsekar, Benjeng, Gresik. Barang bukti berupa dua set gelang emas juga disita," ujar Jaksa Sarief.

Satu set gelang emas terdapat tiga biji dengan berat 11,3 gram dan 8,37 gram atau senilai total Rp 7 juta

Dikatakan, pencurian terjadi di Desa Jogodalu Benjeng, tepatnya di toko emas Pasar Benjeng Gresik, Jumat (13/9), sekitar pukul 10.00 WIB.

Kronologisnya, terdakwa datang ke toko emas dengan berpura-pura sebagai pelanggan yang hendak membeli perhiasan. Di tempat itu, terdakwa meminta diambilkan dua set gelang emas keroncong di etalase (lemari kaca).

Begitu diambilkan gelang emas tersebut, lanjut Sarief, terdakwa tampak memilih sembari mengawasi situasi. Ketika pelayan toko emas sibuk melayani pelanggan lainnya, terdakwa tiba-tiba membawa lari gelang emas tersebut.

Melihat terdakwa membawa lari gelang emas tersebut, korban berteriak minta tolong. Aksi perempuan yang menikah dua kali itu membuat heboh pengunjung dan pedagang pasar.

Sejumlah warga nyaris menghakimi pelaku. Namun, petugas keamanan pasar langsung mengamankan dan membawa terdakwa ke Mapolsek Benjeng.

Aksi itu kian ramai karena banyak warga yang merekam dan mempostinya ke media sosial. “Atas kejadian itu, terdakwa wulan didakwa pasal 362 tentang pencurian,” jelasnya. 

Dalam sidang pertama itu, Wulan mengaku mencuri karena terpepet masalah ekonomi. “Ini baru kali pertama mencuri karena kepepet,” ungkapnya. (yud/han)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia