Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Siapkan Jukir untuk E-Parkir, Dishub Beri Bimbingan Teknis

27 November 2019, 16: 12: 57 WIB | editor : Wijayanto

DIATUR : Salah satu jukir di kawasan Jalan Gajah Mada saat melakukan penertiban parkir.

DIATUR : Salah satu jukir di kawasan Jalan Gajah Mada saat melakukan penertiban parkir. (LUKMAN ALFARISI/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo mulai memberikan bimbingan teknis (bimtek) kepada ratusan juru parkir (jukir) di Sidoarjo. Hal itu dilakukan dalam rangka menghadapi sistem parkir baru, yaitu e-parking. Bimtek tersebut dilakukan selama dua hari, dan akan berakhir hari ini.

Kepala Dishub Sidoarjo Bahrul Amig menyampaikan, sebelum sistem e-parking itu benar-benar diterapkan, pihaknya harus memastikan terlebih dahulu juru parkir yang ada. Mereka harus diberi pembekalan sebelum nantinya dapat memberikan pelayanan pada sistem baru itu. “Jadi ini bagian tahapan menuju sebuah penerapan model parkir baru,” katanya kepada Radar Sidoarjo.

Sebab, harus mulai ada pengenalan kepada juru parkir yang ada. Amig mengatakan, jangan sampai nantinya, juru parkir merasa terkejut saat sistem baru itu diterapkan. Menurut data yang ada, total jukir yang tercatat oleh Dishub Sidoarjo mencapai 500 orang lebih.

Jumlah tersebut belum termasuk juru parkir yang masih akan didata ulang oleh Dishub. Amig menjelaskan, nantinya bimtek sendiri akan dilakukan sebanyak empat kali. Sebab, pembekalan sistem parkir baru itu akan dilakukan berdasarkan sistem zoning. Yang pertama, jukir di kawasan Sidoarjo kota. “Jadi tidak semua disatukan, harus bertahap,” paparnya.

Dalam bimtek itu, para jukir mendapatkan rompi berwarna orange. Rompi tersebut menjadi identitas baru bagi para jukir yang akan melakukan pelayanan parkir dengan sistem e-parking. Menurut Amig, pihaknya juga menggandeng kepolisian untuk menyampaikan aspek hukum.

Sementara itu, salah satu Jukir, Yanto mengaku, senang mendapat pembekalan seperti itu. Dia juga mengaku, dengan adanya rompi baru itu, menandakan jika jukir tersebut resmi. Sehingga masyarakat tak perlu khawatir jika nantinya bertemu dengan jukir yang menggunakan rompi baru itu. “Kalau sistemnya nanti akan dipelajari dulu,” paparnya. (far/nis)

(sb/far/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia