Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo
Tawarkan Dua Alternatif Bahan Bakar Pengganti

Pengusaha Tahu Tropodo Deklarasi Tolak Sampah Plastik

27 November 2019, 08: 16: 03 WIB | editor : Wijayanto

PAKAI ALTERNATIF: Bupati Sidoarjo Saiful Ilah dan salah satu deklarator tolak penggunaan bahan bakar plastik.

PAKAI ALTERNATIF: Bupati Sidoarjo Saiful Ilah dan salah satu deklarator tolak penggunaan bahan bakar plastik. (LUKMAN ALFARISI/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Para pengusaha tahu di Desa Tropodo, Kecamatan Krian mendeklarasikan stop penggunaan bahan bakar plastik. Dalam deklarasi itu, tiga perwakilan pengusaha tahu membacakan sedikitnya enam teks deklarasi. Yaitu tak akan lagi menggunakan plastik sebagai bahan bakar pembuatan tahu.

Selain itu, sebagai gantinya mereka akan menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan, tidak akan memproduksi sesuatu yang berdampak pada pencemaran lingkungan, mentaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku, hingga menjaga mutu dan kualitas tahu, dan mengurangi emisi gas buang pada produksi.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur Drajat Irawan mengatakan, persoalan penggunaan sampah plastik tersebut saat ini telah menjadi permbicaraan khalayak.

Untuk itu, dirinya berharap nantinya dapat menggunakan bahan bakar alternatif ramah lingkungan. “Karena memang dalam undang-undang tak diperkenankan, jadi bisa pakai alternatif yang lain,” katanya.

Setidaknya, ada beberapa alternatif yang dapat digunakan untuk mengganti sampah plastik. Pertama, dapat menggunakan wood pallet alias serbuk kayu.

Kedua, dapat menggunakan compressed natural gas (CNG) atau gas alam. Yang jelas, semakin murah dan ramah lingkungan akan semakin baik. “Kalau berhasil, bisa menjadi salah satu contoh di Indonesia,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah mengatakan, kedua jenis bahan bakar tersebut dapat menjadi salah satu alternatif pengganti plastik. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Dengan adanya deklarasi itu, diharapkan dapat dapat dipatuhi oleh para pengusaha.

Pria yang kerap disapa Abah Ipul tersebut menuturkan, jika nantinya masih ada yang menggunakan sampah plastik, maka akan dilakukan tindakan tegas. Terutama oleh para penegak hukum. Salah satunya dengan melakukan penutupan terhadap usahanya. “Ya kita tutup pabriknya,” ujarnya.

Untuk itu, saat sudah saatnya untuk dibenahi. Masyarakat diminta agar tak menggunakan plastik sebagai bahan bakarnya. Dirinya melarang dengan tegas penggunaan plastik tersebut.

Sebab sejauh ini, dirinya belum mengetahui jika ternyata masyarakat menggunakan bahan bakar plastik. “Saya juga melarang impor sampah plastik untuk dibawa ke Indonesia,” paparnya.

Sementara itu, salah satu pengusaha tahu, Qomar (40) mengaku, sebenarnya dirinya cukup keberatan jika harus menggunakan bahan bakar yang lain. Sebab biayanya dinilai masih cukup tinggi.

Qomar menjelaskan, saat ini yang dibutuhkan hanyalah bantuan pemerintah daerah. “Kalau bisa ada bantuan alat untuk pembakaran,” ujarnya. (far/nis)

(sb/far/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia