Sabtu, 25 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Normalisasi Sungai Dimulai, Puluhan Bangli Siap Digusur

26 November 2019, 16: 34: 53 WIB | editor : Wijayanto

TINJAU: Kepala DPUMBSDA Sidoarjo Sunarti Setyaningsih (kanan) bersama Bupati Sidoarjo Saiful Ilah saat sidak sungai di Tambaksawah dan Tambakrejo, Waru.

TINJAU: Kepala DPUMBSDA Sidoarjo Sunarti Setyaningsih (kanan) bersama Bupati Sidoarjo Saiful Ilah saat sidak sungai di Tambaksawah dan Tambakrejo, Waru. (ISTIMEWA)

Share this      

SIDOARJO - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo siap menurunkan alat berat untuk menertibkan bangunan liar (bangli) yang berdiri diatas avour sungai Reformasi yang melintasi dua desa, Tambak Sawah dan Tambak Rejo.

Bangli tersebut dikeluhkan sebagai cikal bakal terjadinya banjir. Badan sungai menyempit, ketika musim hujan tiba, air meluap hingga ke jalan.

Selain itu, normalisasi dilakukan untuk memperlancar arus sungai dan mengatasi banjir yang terjadi setiap tahun. Sungai reformasi telah terlihat pendangkalannya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUMBSDA) Sidoarjo Sunarti Setyaningsih bersama Bupati Sidoarjo Saiful Ilah meninjau lokasi tersebut.

Naning, sapaan akrab Sunarti Setyaningsih menjelaskan dengan ditinjaunya lokasi, ingin menggugah kesadaran masyarakat untuk membongkar sendiri bangli itu.

“Segera teman-teman di lapangan mendorong untuk menertibkan sendiri bangunan liar di sana,” katanya.

Kepala desa, perwakilan perusahaan di sekitar dan warga sudah dikumpulkan. Diajak berdialog, mereka menyanggupi untuk membongkar sendiri.

“Tapi jika dibutuhkan bantuan, maka DPUMBSDA akan menerjunkan beberapa unit alat berat,” imbuh Naning.

Dari data yang disampaikan Kabid Pengairan DPUMBSDA,  Bambang Tjatur, dua jembatan pabrik yang akan dibongkar, enam bangunan permanen dan enam warung yang berdiri di atas sungai reformasi itu.

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah telah mengecek langsung dengan berjalan kaki menelusuri kali sepanjang lebih dari satu kilometer, sidak sampai  ke pusat pompa.

Selain menertibkan bangli yang berada diatas kali, jembatan yang dianggap menghambat aliran sungai karena bangunannya terlalu rendah juga akan di bongkar.

Abah Ipul meminta DPUMBSDA, Satpol PP, Camat Waru berkoordinasi dengan bersama kepala desa serta tokoh masyarakat setempat,

“Yang dilakukan Pemkab adalah untuk kepentingan bersama,” tegas Abah Ipul.

Penertiban yang dilakukan ini, bukanlah penggusuran. “Jadi saya minta harus di sosialisasikan dengan baik dan dengan cara persuasif,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Sidoarjo Widiyantoro Basuki berharap agar warga dengan kesadarannya sendiri membongkar bangunan atau warungnya yang berdiri di atas kali.

“Mengedepankan cara persuasif, sesuai dengan yang diminta Pak Bupati,” ungkapnya saat mendampingi sidak Bupati Sidoarjo. (rpp/nis)

(sb/rpp/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia