Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Pemuda Dupak Baru Edarkan Ribuan Pil Koplo

25 November 2019, 16: 44: 48 WIB | editor : Wijayanto

KEOK: Tersangka Moch Idris Ridwan alias Fauzi bersama barang bukti ribuan pil LL, uang, dan HP.

KEOK: Tersangka Moch Idris Ridwan alias Fauzi bersama barang bukti ribuan pil LL, uang, dan HP. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Peredaran ribuan pil LL di wilayah Bubutan, Surabaya, berhasil digagalkan polisi. Moch Idris Ridwan alias Fauzi, 23, warga Jalan Dupak Baru, ditangkap saat mengedarkan obat-obatan terlarang tersebut. Polisi menyita 8.674 butir pil LL di dalam rumah tersangka.

Tersangka Fauzi diduga hendak mengedarkan pil koplo kepada anak-anak sekolah yang berada di wilayah Bubutan. Kapolsek Bubutan AKP Priyanto mengatakan, pihaknya mendapat informasi ada seorang pemuda yang diduga mengedarkan pil koplo di sekitar Jalan Dupak Baru.

Saat diselidiki, tersangka diketahui berada di depan sebuah gang. “Informasi awal, tidak diketahui pil apa yang dijual tersangka,” tutur AKP Priyanto.

Tanpa basa-basi, polisi langsung melakukan penyergapan. Tersangka Fauzi yang berada di depan gang pun terkejut dengan kedatangan anggota Reskrim Polsek Bubutan. Setelah diamankan, polisi melakukan penggeledahan ke rumah tersangka yang tidak jauh dari lokasi penyergapan.

Dalam penggeledahan tersebut, ditemukan 8.674 butir pil LL yang ditaruh di dalam laci lemari di kamarnya. “Pengakuannya, pil LL itu hendak dijual. Kami juga amankan uang Rp 1,9 juta yang diduga hasil penjualan LL,” ungkapnya.

Kepada polisi, tersangka Fauzi mengaku menjual pil koplo di sekitar tempat tinggalnya. Sarasannya tidak hanya orang dewasa, tapi juga anak sekolah. Pil LL tersebut didapat tersangka dari seseorang berinisial Iz. Biasanya ia menelepon Iz kemudian memesan 10 ribu butir LL. Tersangka harus membayar Rp 9 juta melalui transfer bank.

Namun, pil LL tidak langsung didapatkan tersangka saat itu juga. Tersangka harus menunggu sekitar dua hari, kemudian pil tersebut dikirim dengan sistem ranjau di Makam umum Jarak.

Tersangka kemudian membaginya menjadi kemasan per poket. Satu poket berisi 10 butir pil LL dijual seharga Rp 20 ribu. “Saya jualan LL untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” ujar Fauzi. (gun/rek)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia