Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Primagama Adakan Grand Final Nasional Road To ITS 2019

25 November 2019, 07: 37: 03 WIB | editor : Wijayanto

RESMI: Pembukaan KNSP 2019 oleh Direktur Primagama Pusat Antonius Rahardjo.

RESMI: Pembukaan KNSP 2019 oleh Direktur Primagama Pusat Antonius Rahardjo. (SANUSI/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SURABAYA - Ratusan siswa tingkat SMA dan SMK mengikuti Kompetisi Nasional Smart Primagama (KNSP) 2019. Acara bertempat di Pusat Robotika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Minggu (24/11).

Acara dibuka oleh Direktur Primagama Pusat, Antonius Rahardjo, dengan memukul gong yang disaksikan oleh perwakilan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dinas Pendidikan Jawa Timur hingga perwakilan dari kepala sekolah di Kota Surabaya.

Sebanyak 320 siswa yang sudah diseleksi dari sejumlah cabang Primagama yang ada di Indonesia dan hari ini telah memasuki babak final. Mereka terbagi menjadi 100 finalis dari jurusan IPS dan 230 finalis dari jurusan IPA.

Kompetisi ini memakai sistem online  menggunakan android masing-masing finalis, dengan terlebih dulu mendownload di aplikasi playstore. Kemudian mengetik password yang telah disiapkan panitia untuk masuk ke proses selanjutnya.

Di dalam sistem panitia telah menyediakan berbagai materi pelajaran umum yang biasa dipakai di Ujian Nasional, mulai dari mata pelajaran fisika, bahasa inggris, matematika dan masih banyak lainnya.

Sedangkan waktu yang diberikan penyelenggara hanya sekitar satu jam setengah. Selanjutkan akan ada pemaparan dan eksibisi dari UKM Robotika ITS, kemudian penampilan seni dan terakhir pengumuman juara KNSP Road to ITS 2019.

Direktur Primagama Pusat, Antonius Rahardjo mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, sehingga kompetisi ini dapat berjalan sangat lancar. "Bagi para finalis yang telah maju ke tahap babak final, tunjukkan bahwa kalian pasti bisa dan pegang erat kejujuran, " tegasnya.

Antonius juga mengatakan bahwa kegiatan ini sudah terselenggara sebanyak sepuluh kali dan bertujuan untuk membangkitkan semangat berkompetisi serta sportifitas bukan di bidang olahraga melainkan bidang akademik.

"Ini adalah salah satu cara membangun jiwa-jiwa kompetisi pada diri siswa agar selalu meraih prestasi yang kelak akan mengharumkan nama baik Indonesia," ungkapnya.

Pada kompetisi tahun kemarin, Primagama masih menggunakan soal lembar jawaban. Akan tetapi pada kompetisi 2019, Primagama telah memakai sistem online. Biar pun peserta kompetisi duduknya bersebelahan, mereka tidak bisa saling mencontek, karena soal dibuat tidak sama.

Sementara itu, perwakilan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dra. Kurnia Sapta Ningsih, MM berharap dengan adanya kompetisi ini, para siswa dapat termotivasi semangat berjuang. Sehingga mampu menghasilkan generasi muda yang berkompeten dan dapat bermanfaat bagi negara tercinta. (san/jay)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia