Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya
Merchant Story GoFood

SPIKOE RESEP KUNO: Resep Turunan yang Kini Terus Berjaya

25 November 2019, 06: 10: 59 WIB | editor : Wijayanto

BERKEMBANG: Paulus mengakui bisnis kue Spikoenya semakin laris setelah bergabung sebagai mitra GoFood.

BERKEMBANG: Paulus mengakui bisnis kue Spikoenya semakin laris setelah bergabung sebagai mitra GoFood. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Surabaya dengan julukan Kota Pahlawan kaya akan oleh-oleh nan khas. Salah satunya adalah kue Spikoe Resep Kuno yang jadi andalan. Berawal dari kepepet karena sang istri tidak ada kegiatan setelah memutuskan mengundurkan diri dari pekerjaannya, Paulus Santoso mencetuskan ide untuk membuat usaha kue dengan resep turunan orangtuanya. 

"Kebetulan orangtua saya bisa membuat kue, jadi kami diajari," ujar Paulus Santoso, Owner Spikoe Resep Kuno. 

Ceritanya pada tahun 2002, Paulus bersama istrinya memulai bisnis kue spikoe dengan menggunakan resep turun temurun keluarganya. Paulus melihat peluang bisnis kue ini sejak melihat deretan oleh-oleh di Bandar Udara Juanda yang hanya itu-itu saja. "Nah, dimulailah Spikoe dibikin oleh istri saya," imbuhnya.

Awalnya, roti lapis khas Surabaya ini diproduksi di rumah. Mereka pun hanya memasarkan kue Spikoe kepada keluarga, teman-teman dan rekan kerja. Namun, lama-kelamaan banyak orang yang tahu kue ini dari mulut ke mulut.

Sehingga, Paulus pun harus pindah ke toko agar dapat memproduksi kue lebih banyak. "Pada tahun 2012, kami pindah. Di sana, kami produksi dan juga jualan sampai sekarang," ungkapnya.

Dalam sehari, Paulus mengaku awalnya hanya memproduksi 3 loyang kue. Hingga kini setelah berkembang, pihaknya mampu membuat 300 loyang dalam sehari. "Karena dulu sangat terbatas tenaganya juga," ujarnya. 

Sampai saat ini Spikoe Resep Kuno memiliki varian rasa Spikoe Kismis, Spikoe Tanpa Kismis, Spikoe Speculaas, Spikoe Prunes, dan yang terbaru adalah Joika Japanese Cheesecake. "Ada rencana untuk menambah varian, tapi masih trial," imbuhnya. 

Bisnis kue Paulus terus berkembang terutama saat ia memutuskan untuk bergabung menjadi mitra GoFood pada satu tahun silam. "Memang sangat berkembang, ada peningkatan penjualan. Apalagi memang aplikasi ini (GoFood, Red) mempermudah pembeli yang jauh dari toko," jelasnya. 

Selain itu, menurut Paulus, adanya aplikasi GoBiz sangat bermanfaat bagi pemilik usaha seperti dirinya. Selain mempermudah mengetahui transaksi, juga dalam mengelola menu maupun harga yang dipatok di aplikasi pesan antar makanan ini. 

Berdiri selama 17 tahun dengan resep kue berusia 43 tahun tidaklah mudah. Namun, dengan mengedepankan mutu produk secara konsisten, Spikoe Resep Kuno dapat bertahan hingga sekarang. 

Menurut Paulus, jika ingin mencoba bisnis makanan, kuncinya hanya dua. Yaitu; tekun dan konsisten. "Tekun artinya kita ulet dan tidak putus asa. Kan ada orang yang tidak telaten, dan dagangannya jadi tidak laku. Memang saya akui akan ada banyak kendala pada awal-awal membangun bisnis," ungkapnya.

Selanjutnya, konsisten dalam mempertahankan rasa. Menurutnya, ada orang yang tergoda untuk mengurangi mutu saat sedang laris. "Entah itu bahannya dikurangi atau dicari yang lebih murah. Itu yang menurut saya bahaya. Kalau sudah ada satu pelanggan yang bilang tidak enak, itu sudah bahaya. Sebab, komentar negatif jauh lebih viral dibandingkan yang positif," imbuhnya. (cin/jay)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia