Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

East Java Fashion Harmony 2019 Tampilkan Batik Bumi Majapahit

24 November 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

WASTRA NUSANTARA: Seorang model mengenakan busana karya desainer Ivan Gunawan dalam peragaan busana East Java Fashion Harmony yang digelar di Shangri-

WASTRA NUSANTARA: Seorang model mengenakan busana karya desainer Ivan Gunawan dalam peragaan busana East Java Fashion Harmony yang digelar di Shangri-La Hotel, Kamis malam (21/11). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Sebagai wastra Nusantara, kekakayaan batik Indonesia memang tiada duanya. Di Jawa Timur (Jatim) sendiri, keanekaragaman batik tersebar di 38 kabupaten kotanya. Kekayaan ini dipamerkan dalam kreasi busana para desainer dalam acara East Java Fashion Harmony 2019.

Sederet desainer lokal hingga nasional menampilkan karya terbaik mereka dalam menjadikan batik Jatim menjadi busana yang cantik nan menarik. Desainer papan atas Ivan Gunawan pun turut serta menampilkan busana hasil kreasi batik Jatim. Terdapat 17 busana kreasi Ivan Gunawan yang dipadupadankan dengan batik buah karya perajin dari Tulungagung, Pamekasan, Kota Malang, Kota Surabaya, tenun Kediri dan juga tenun Lamongan.

Ivan Gunawan mengaku sangat senang bisa mendapatkan kesempatan menampilkan karyanya dengan tema utama batik. Sebab, Ivan merasa merupakan tanggung jawab desainer lokal untuk bisa mengembangkan batik menjadi lebih populer tidak hanya di dalam negeri, tapi sampai ke luar negeri. "Kami bangga tentu saja menjadi bagian dari acara ini. Batik di Jatim ternyata sangat luar biasa. Semoga ada suplai batik asal Jatim di Jakarta dan perancang di sana tidak perlu ke Jatim untuk mendapatkannya," terangnya di Surabaya, Kamis malam (21/11). 

Ivan berharap, ke depan promosi batik Jatim bisa terus dilakukan. Sebab menurutnya, batik Jatim sudah pantas naik kelas dan ditampilkan dalam red carpet. Menurutnya, kegiatan ini sangat bagus untuk mempromosikan batik Jatim ke provinsi lain. 

Hal senada turut disampaikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Ia mengatakan, batik merupakan produk tekstil yang kini tengah didorong untuk masuk ke pasar dunia. "Yang kita inginkan untuk bisa masuk pasar ekspor pertama adalah sektor makanan dan minuman. Kedua adalah tekstil dan produk tekstil (TPT). Batik ini adalah TPT yang ingin kita dorong karena Jatim ini kaya batik dan tenun ikatnya," ujar Khofifah.

Khofifah juga menyebutkan setiap daerah di Jawa Timur memiliki produk khas batiknya masing-masing, mulai batik Bangkalan, Sumenep, Pamekasan, Kediri, hingga Banyuwangi. (cin/nur)

(sb/cin/jek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia