Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo
Pelaku Dua Preman Kakak Adik

Gegeran dengan Kades, Dilerai Tak Terima, Kepruk Kepala dengan Paving

23 November 2019, 08: 43: 45 WIB | editor : Wijayanto

TERSANGKA: Muh Tris Nurdiansyah dan adiknya Muh Reza Saputra.

TERSANGKA: Muh Tris Nurdiansyah dan adiknya Muh Reza Saputra. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO— Muh Tris Nurdiansyah, 28 dan adiknya Muh Reza Saputra, 21, warga Desa Sidokumpul RT 25/RW 05, Kecamatan Sidoarjo harus berurusan dengan polisi.

Dua preman kampung itu diringkus lantaran menganiaya seorang tukang yang masih tetangganya sendiri. Tersangka kakak adik itu mengepruk kepala korban dengan balok paving hingga berdarah.

Kanit Reskrim Polsek Sidoarjo Kota Ipda Ali Machmud menceritakan, peristiwa itu terjadi pada Senin (12/11) lalu. Kedua tersangka memang berencana menemui kepala desa setempat. Mereka hendak mempertanyakan perihal pembangunan saluran air di kampung tersebut.

Keduanya kemudian mendatangi lokasi pembangunan saluran air dan bertemu dengan kepala desa. Di tempat itu pula ada Ngatiman, 59, korban, seorang tukang yang sedang bekerja membangun saluran air. “Tukang itu juga tetangga tersangka,” imbuh Ali.

Di lokasi pembangunan itu, tersangka terlibat cekcok dengan kepala desa. Saat itulah, korban berusaha menasihati tersangka untuk berbicara yang sopan kepada kepala desa.

Bukannya berhenti, korban malah menjadi sasaran. Korban dan kedua tersangka pun terlibat adu mulut di lokasi pembangunan saluran air.

Puncaknya, tersangka yang emosi sempat memukulkan balok paving ke kepala korban. “Kena kepala bagian belakang, berdarah hingga lima jahitan,” beber Ali.

Tidak terima dengan ulah kedua preman kampung itu, korban melapor ke Mapolsek Sidoarjo Kota. Berbekal laporan itulah, polisi langsung memburu tersangka.

Kakak adik itu sempat tidak ada di rumahnya saat didatangi polisi. Mereka baru dapat diringkus pada Rabu (20/11) lalu. “Mereka sembunyi di rumah neneknya,” ucap Ali.

Kini kedua tersangka telah mendekam di balik jeruji penjara. Mereka dijerat dengan pasal 170 dan atau 351 KUHP tentang pengeroyokan. (son/nis)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia