Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

PLTSa 11 MW di Benowo Ditarget Rampung Desember

22 November 2019, 14: 18: 30 WIB | editor : Wijayanto

DIKEBUT: Pekerja menyelesaikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPA Benowo, Surabaya. Ditargetkan PLTSa ini sudah bisa beropera

DIKEBUT: Pekerja menyelesaikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPA Benowo, Surabaya. Ditargetkan PLTSa ini sudah bisa beroperasi pada akhir tahun 2019. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Pemkot Surabaya terus mengebut pengoperasian pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) yang terletak di Benowo. Dengan adanya pengoperasian PLTsa nantinya pengolahan sampah jauh lebih baik dengan membakar 1000 ton sampah per hari sehingga bisa menghasilkan listrik 11 megawatt.

Kabid Sarana dan Prasarana DKRTH Surabaya, Iman Rahmadi mengatakan bahwa besar harapan untuk bisa beroperasi pada Desember sehingga nantinya manfaatnya bisa dirasakan oleh warga Surabaya.

”Harapan Desember ini bisa terwujud karena sekarang sekitar 10 persen lagi selesai. Ini tidak mundur karena berkaitan dengan connecting dengan PLN dan lain sebagainya akhirnya jadwalnya ngikut jadwal PLN dan PT Sumber Organik (PT SO),” katanya.

Iman mengungkapkan bahwa saat ini lebih kepada pengerjaan fisik dan menunggu alat yang belum datang. “Kami masih proses koodinasi dengan PLN dan PT SO untuk segera merampungkan proyek tersebut. Karena untuk menyamakan apa yang dipersyaratkan dengan PLN dan kita dibantu juga oleh pemerintah pusat, meskipun dananya dari kami (pemkot, Red),” ungkapnya.

Pengerjaan fisik, menurut Iman, meliputi gedung, ruangan untuk proses pembakaran, generator, turbin, mesin pembangkit, mekanikel elektrik. Peralatan mesin elektrenik di luar PLN juga sudah datang semua.

Manfaat yang didapat ketika PLTSa beroperasi menurut Iman pengolahan sampah jauh lebih baik sehingga TPA juga lebih awet. Menurutnya jika ditumpuk-tumpuk terus berapa tahun bisa berkurang, dan penumpukan bisa diproses dibakar, dan otomatis tidak ada bau karena itu sudah tereduksi.

“Sehingga nantinya bisa menggunakan metode land fill gas power plant yang bisa menghasilkan 2 megawatt sedangkan untuk yang gasifikasi power plant bisa 9 megawatt sehingga total 11 megawatt, ”terangnya.

Iman juga mengungkapkan bahwa hasil dari pertemuan dengan tim pusat beberapa waktu yang lalu di Balai kota yakni mendorong percepatan atas pengoperasian PLTSa. 

Menurut Iman dalam peresmian tersebut nantinya juga akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo karena keinginan dari presiden. “Insyallah peresemian dihadiri oleh presiden Jokowi. Karena dari 12 daerah, Surabaya ini yang lebih cepat pembangunan PLTSa dan diharapkan nantinya bisa mendorong semangat daerah lainnya,”terangnya. (rmt/rud)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia