Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Ditinggal Beli Pecel, Motor Legenda Persebaya Anang Ma'ruf Amblas

22 November 2019, 00: 11: 18 WIB | editor : Wijayanto

TKP: Lokasi parkir motor Anang Ma'ruf sebelum diembat maling.

TKP: Lokasi parkir motor Anang Ma'ruf sebelum diembat maling. (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Sepeda motor Beat nopol L 4344 UG milik legenda Persebaya, Anang Ma'ruf, amblas digasak maling di parkiran warung nasi pecel Jalan Kendangsari Industri, Tenggilis Mejoyo, Selasa (19/10) malam. Motor mantan pesepakbola yang pernah berguru di Italia dengan PSSI Baretti itu hilang sekitar pukul 20.00.

Posisi motor saat itu diparkir di sebelah warung dan tertutup baner warung. "Anang Ma'ruf tahunya saat akan pulang. Dia tolah-toleh motornya nggak ada," ujar pemilik warung, Maslahah.

Perempuan 52 tahun itu menambahkan, motòr itu sudah dikunci setir. Sepasang sepatu juga ditinggal di motor. Sebab malam itu, Anang baru saja pulang latihan. Dia mampir minum es teh dan makan cemilan. Selain itu, dia juga memesan dua bungkus nasi.

"Dia habis maghrib ke sini sama teman-temannya," lanjutnya. Setelah tahu motornya hilang, Anang lalu bertanya kepada warga sekitar. "Ada saksi, katanya motor Honda Beat milik Anang itu yang ngambil orangnya pakai jaket ojek online," beber ibu rumah tangga yang tinggal di Jalan Kendangsari III itu. 

Motor Anang, lanjut Maslahah, dibawa kabur pelaku ke arah Jalan Rungkut Industri. Namun, para saksi awalnya tak mengira jika itu motor Anang. "Ini kali kedua kejadian pencurian," katanya.

Setelah kejadian, Anang lalu melapor ke Polsek Tenggilis Mejoyo membawa surat tanda kepemilikan motor.

Kapolsek Tenggilis Mejoyo AKP Kadek Ary Mahardika membenarkan, Anang Ma'ruf telah melaporkan kasus pencurian kendaraan motor ke Mapolsek. "Benar. Kemarin malam korban sudah melapor," ujar Kadek Ary saat dikonfirmasi. 

Ary menyatakan, anggota Reskrim Polsek Tenggilis sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa saksi di lokasi. "Mohon sabar. Masih diselidiki," katanya. (rus/rud)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia