Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Akses Air Bersih dan Sanitasi Perlu Dukungan Pembiayaan

21 November 2019, 23: 51: 02 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (DOK/JAWAPOS)

Share this      

SURABAYA – Akses air bersih dan penyediaan fasilitas sanitasi yang sehat masih menjadi masalah, terutama di kawasan pedesaan. Kendala pendanaan masih jadi masalah. Menyadari hal ini, skema pembiayaan untuk akses air bersih dan sanitasi perlu dikembangkan.

Inovasi yang dikenalkan sebagai WaterCredit hasil kolaborasi produsen air mineral dengan NGO ini memungkinkan lembaga keuangan mikro untuk mengembangkan dan meluncurkan produk keuangan dalam pembangunan akses air bersih dan sanitasi. 

Hal ini demi mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) yang mengharapkan setiap negara telah mampu mewujudkan 100 persen akses air bersih layak untuk penduduknya pada tahun 2030.

Produk keuangan berupa pinjaman ini ditujukan bagi Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (KPSPAM) agar dapat mengembangkan cakupan layanan air bersih dan sanitasi di daerah masing-masing.

Sejak dimulainya program pada 2014, sebanyak 22 lembaga keuangan mikro telah memberikan manfaat kepada 476.000 jiwa dalam mengakses air dan sanitasi.

“Salah satu yang menjadi masalah terbesar terkait akses air minum dan sanitasi adalah pendanaan. Untuk itu diperlukan inovasi pembiayaan yang memudahkan masyarakat untuk mendapatkan akses tersebut,” kata Indra Tri Bhuwono dari Water.org Indonesia. 

Sejak diluncurkan pada tahun 2016, kerja sama ini telah berjalan di Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan melibatkan tiga lembaga keuangan yang telah menyalurkan pinjaman bagi 33 Kelompok SPAMS di 33 desa. (rmt)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia