Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

ABK Juga Layak Dapat Fasilitas dan Pendidikan yang Layak

21 November 2019, 23: 48: 03 WIB | editor : Wijayanto

MOTIVASI: Gifta Rappe (kiri) berbincang dengan ABK di YPAC.

MOTIVASI: Gifta Rappe (kiri) berbincang dengan ABK di YPAC. (ISMAUL CHOIRIYAH/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Meskipun terlahir berbeda, anak berkebutuhan khusus (ABK) tetaplah anak-anak yang harus dipenuhi hak-haknya. Sama seperti anak lain. Untuk itu, di peringatan Hari Anak Internasional ini, beberapa pihak menyampaikan harapannya kepada pemerintah, juga masyarakat. Untuk lebih memberikan perhatian kepada ABK. 

Ketua Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC) Surabaya Wiwiek Teddy berharap, ABK juga dapat tumbuh bahagia dan bisa tetap mendapatkan haknya sebagai anak Indonesia. 

Untuk itu, kepada pemerintah Indonesia, khususnya di Surabaya agar menunjukkan kepedulian tersebut dengan memberikan fasilitas umum yang ramah ABK. Seperti guiding block, fasilitas di tempat umum atau pemakai kursi roda.

"Fasilitas ya, yang utama di sini masih belum ramah dengan ABK. Misal kalau untuk pergi dengan kursi roda masih sangat susah, harus di angkat-angkat dulu," ujar Wiwiek di sela-sela peringatan Hari Anak Internasional di Sekolah Anak Luar Biasa (SLB)-YPAC Surabaya.

Di luar fasilitas, juga kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang setara dengan anak lain. sejauh ini, ia akui pemerintah sudah banyak membantu ABK dalam segi pendidikan. "Sudah banyak sekarang universitas, baik negeri maupun swasta yang memberi porsi bagi ABK yang cacat fisik tapi pikirannya masih mampu untuk mengenyam ilmu lebih tinggi," ungkapnya.

Bahkan Wiwiek menuturkan, beberapa muridnya sudah banyak mendapatkan kesempatan untuk bisa berkuliah. Meski begitu, Wiwiek berpendapat masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi.

Seperti beasiswa bagi ABK yang dirasa kurang merata. Di mana sejauh ini, beasiswa hanya diserahkan ke tingkat SMP saja, tapi SD tidak. "Tidak bisa dipungkiri bahwa anak ABK juga merupakan penerus bangsa. Mereka tidak perlu dikasihani tapi perlu diperhatikan," tutupnya.

Harapan lain disampaikan oleh Ketut Apti, orang tua salah satu ABK, Ryan Satria Bagus. Ketut menyampaikan, agar semua orang tua yang memiliki anak ABK tidak patah semangat. "Saya berharap orang tua yang memiliki ABK tidak malu atas keadaan anaknya. Tetap menerima dan sabar, lalu tidak lupa untuk mengupayakan semaksimal mungkin bagi anaknya," ujarnya.

Harapan Ketut juga sama mewakili orang tua dengan anak ABK lain. Yakni agar pemerintah dalam hal ini juga turut membantu agar para ABK untuk mendapatkan haknya seperti anak lainnya. (ism/nur)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia