Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Selain Minta Anggaran Naik, Kades Berharap Kendaraan Dinas Juga Ganti

21 November 2019, 17: 13: 22 WIB | editor : Wijayanto

AUDIENSI: AKD Kabupaten Gresik saat melakukan audiensi bersama dengan Ketua dan Anggota DPRD Gresik.

AUDIENSI: AKD Kabupaten Gresik saat melakukan audiensi bersama dengan Ketua dan Anggota DPRD Gresik. (FAHTIA AINUR ROFIQ/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Gresik memilih membatalkan aksi unjuk rasa untuk meminta kenaikan Alokasi Dana Desa (ADD). Mereka memilih melakukan audiensi dengan DPRD Gresik. Dalam audiensi, selain menuntut kenaikan ADD, para kepala desa (kades) juga berharap pemerintah memberikan kendaraan dinas baru.

Hal ini seperti yang disampaikan Ketua AKD Gresik Nurul Yatim. Menurut dia, selain ADD dan kendaraan dinas, pihaknya juga berharap agar dewan segera menyelesaikan banjir Kali Lamong. "Ada tiga tuntutan yang kami bawa pada audiensi kali ini," ujarnya.

Menurut dia, ADD harus dinaikan dari pagu 10 persen Dana Alokasi Umum (DAU) menjadi 15 persen. Sebab, selama ADD masih dipatok 10 persen, pihaknya memastikan tidak akan mencukupi. 

"Memang siltapnya bisa dicukupi. Tapi bagaimana dengan operasional desa. Masak iya satu tahun hanya Rp 7 juta," ungkap dia.

Sedangkan terkait dengan kendaraan dinas, pihaknya tidak memaksakan harus disetujui saat ini juga. Namun, pihaknya hanya menyampaikan kalau kendaraan dinas di desa sudah berusia hampir 12 tahun. "Sudah selayaknya diganti untuk memaksimalkan pelayanan," terangnya.

Dalam kesempatan ini, pihaknya juga berharap agar dewan serius menangangi Kali Lamong. Pasalnya, banjir Kali Lamong sangat merugikan masyarakat. "Dan ini terjadi rutin setiap tahun," imbuhnya.

Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan pihaknya akan mengakomodir seluruh tuntutan AKD. "Setelah ini kami akan rapat bersama Komisi I. Apakah akan dikembalikan ke Komisi I untuk dibahas ulang atau langsung dibahas Banggar saat finalisasi," terangnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Gresik dari F-Nasdem Hudi Nur Ariyanto berjanji bakal memperjuangkan aspirasi AKD. Sebab, desa merupakan pelayan yang paling dekat dengan masyarakat. "Pembangunan harus dimulai dari desa. Jadi anggaran sudah selayaknya dinaikan," imbuhnya. (rof)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia