Sabtu, 25 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Komisi D Konsultasi ke Jatim Soal Dana BOS untuk Beli Buku

20 November 2019, 18: 39: 26 WIB | editor : Wijayanto

BERKUNJUNG: Sejumlah anggota Komisi D DPRD Sidoarjo saat berkonsultasi ke Dindik Jawa Timur.

BERKUNJUNG: Sejumlah anggota Komisi D DPRD Sidoarjo saat berkonsultasi ke Dindik Jawa Timur. (ISTIMEWA)

Share this      

SIDOARJO - Sejumlah anggota Komisi D DPRD Sidoarjo mengunjungi Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur. Beberapa anggota Komisi D DPRD Sidoarjo tersebut adalah Zahlul Yussar, Mimik Idayana, Umi Khaddah, Ali Sutjipto serta Syaifuddin Affandi.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Zahlul Yussar mengatakan, kedatangannya ke Dindik Provinsi Jawa Timur tersebut untuk melakukan konsultasi serta menyampaikan sejumlah rekomendasi menyangkut berbagai macam kondisi nyata mengenai problematika perpustakaan. “Kami banyak diskusi mengenai kondisi perpustakaan yang ada saat ini,” katanya.

Salah satu topik yang menjadi bahan diskusi dengan jajaran Dindik Provinsi Jawa Timur adalah efektifitas penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada pembelanjaan buku sekolah. Zahlul mengatakan, dalam regulasinya, dana BOS dapat digunakan untuk belanja buku.

Namun demikian, penggunaannya hanya sebesar 20 persen. Menurutnya, diskusi itu penting untuk dilakukan untuk merespon Permendikbud 18 Tahun 2019 tentang perubahan juknis BOS reguler, tentang tata cara penggunaan dan pertanggungjawaban BOS reguler. “Dari diskusi itu kita bisa mendapatkan formula yang pas,” paparnya.

Kendati demikian, ada sejumlah rekomendasi yang disampaikan kepada Dindik Provinsi Jawa Timur. Di antaranya menyangkut buku sekolah di perpustakaan yang dinilai masih sangat kurang. Salah satunya jenis buku non pelajaran. Sehingga hal tersebut dapat menjadi perhatian bersama.

Selain itu, pihaknya juga mempertanyakan data mengenai korelasi adanya kunjungan perpustakaan dengan peningkatan prestasi akademik. Termasuk terhadap nilai ujian nasional. “Serta best practice peran perpustakaan di Jawa Timur,” ujarnya. (far/nis)

(sb/far/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia